Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

SPPG De La Tina Budidayakan Maggot dari Limbah MBG

25 Sep 2026

BSI Buka Kompetisi Proyek Sosial untuk Mahasiswa

22 Sep 2026

UT Bandung Perkuat Layanan SALUT Tasikmalaya

28 Agu 2026
1 2 3 … 839 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

SPPG De La Tina Budidayakan Maggot dari Limbah MBG

Limbah makanan dapur MBG De La Tina dimanfaatkan sebagai pakan maggot yang kelak dapat digunakan untuk pakan ikan.
Lingkungan Ericka DaniaEricka Dania25 Sep 20263,208
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Smaph MBG yang jadi magot
Sampah MBG diolah jadi magot yang berguna (Pict: Istimewa)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ciamis – Belasan kilogram sisa makanan dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG De La Tina setiap hari mendapat tujuan baru. Alih-alih seluruhnya dibuang menjadi sampah, sisa sayuran, buah hingga daging dimanfaatkan untuk membesarkan maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF).

Budidaya maggot itu dikembangkan sekitar satu kilometer dari dapur SPPG De La Tina di Dusun Rataharja RT 14 RW 04, Desa Padaringan, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis. Setiap hari sekitar 11 hingga 15 kilogram limbah organik dari kegiatan dapur dikumpulkan dan dibawa ke lokasi budidaya sebagai pakan larva.

Pengelola budidaya maggot, Tarsono, menjadi orang yang rutin mengambil sisa makanan tersebut. Pemanfaatan itu membuat sebagian limbah organik dari proses penyediaan makanan MBG tidak langsung masuk ke tempat pembuangan.

“Yang dari dapur sini (SPPG De La Tina) diambil sama saya,” ujar Tarsono saat menjelaskan pemanfaatan limbah dapur MBG untuk budidaya maggot di Desa Padaringan, Kecamatan Purwadadi, Ciamis, Jumat (25/9/26).

Sisa pangan yang diterima Tarsono cukup beragam. Selain bagian sayuran dan buah yang tidak digunakan, terdapat sisa makanan serta bahan pangan lain, termasuk daging, yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembesaran maggot.

Di lokasi budidaya telah tersedia empat biofon/biofoam dan rumah penetasan. Sarana tersebut digunakan dalam tahapan pengembangan larva BSF, mulai dari penetasan hingga proses pembesaran.

Budidaya ini masih berada pada tahap awal. Telur maggot yang saat ini dikelola baru sekitar 20 gram sehingga hasil budidayanya belum dipasarkan.

“Belum sempat menjual, soalnya ini baru perdana,” kata Tarsono saat ditemui di lokasi budidaya maggot di sekitar Desa Padaringan, Kecamatan Purwadadi, Ciamis, Jumat (25/9/26).

Meski baru dimulai, budidaya tersebut membuka jalur pemanfaatan lanjutan bagi sisa makanan dari dapur MBG. Maggot yang sudah tumbuh nantinya dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pakan untuk ikan maupun hewan ternak.

Sebagian sisa makanan juga tidak seluruhnya masuk ke tempat budidaya maggot. Limbah organik tertentu dimanfaatkan langsung sebagai pakan ikan yang dipelihara di kolam, antara lain nila dan gurame.

Budidaya Dipisahkan dari Dapur MBG

Lokasi budidaya maggot sengaja ditempatkan terpisah dari dapur SPPG De La Tina. Jarak sekitar satu kilometer memberikan pemisahan antara area produksi makanan untuk penerima manfaat dengan aktivitas pengolahan limbah organik.

Pemisahan tersebut penting karena dapur MBG harus mempertahankan kebersihan dan keamanan pangan. Terlebih, makanan yang diproduksi SPPG De La Tina dikonsumsi ribuan penerima manfaat.

SPPG De La Tina merupakan bagian dari SPPG Yayasan Garuda Galuh Ciamis. Dapur tersebut mulai beroperasi pada 15 Desember 2025 dan saat ini melayani sekitar 2.347 penerima manfaat.

Penerima manfaatnya mencakup kelompok balita, ibu menyusui, dan ibu hamil. Besarnya jumlah penerima membuat aktivitas produksi makanan juga menghasilkan sisa bahan pangan yang perlu ditangani setiap hari.

Di titik inilah budidaya maggot memiliki fungsi dalam pengelolaan limbah dapur. Dengan volume 11 hingga 15 kilogram per hari, pemanfaatan sisa pangan dapat mengurangi jumlah material organik yang harus dibuang.

Larva BSF memiliki kemampuan mengonsumsi berbagai bahan organik. Dalam budidaya, karakter tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengolah sisa pangan sekaligus menghasilkan maggot yang kemudian dapat digunakan sebagai sumber pakan.

Bagi SPPG De La Tina, skema tersebut membentuk hubungan antara kegiatan penyediaan makanan dan pengelolaan sisa produksinya. Makanan didistribusikan kepada penerima manfaat, sementara bagian organik yang tersisa diarahkan kembali untuk kegiatan budidaya.

Limbah Cair Masuk IPAL BIOFAL

Pengelolaan lingkungan di SPPG De La Tina tidak hanya mengandalkan budidaya maggot. Limbah cair yang muncul dari aktivitas dapur ditangani melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Dapur tersebut menggunakan IPAL Biofilter Anaerobik BIOFAL dari PT FAL JAYA ABADI. Sistem itu digunakan untuk membantu mengolah air limbah yang muncul setelah kegiatan produksi makanan dan disebut telah mengantongi sertifikat ISO.

Pengolahan air limbah berkaitan dengan sejumlah parameter pencemar, seperti Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solids (TSS).

BOD berkaitan dengan kebutuhan oksigen oleh mikroorganisme dalam menguraikan bahan organik. COD menggambarkan kebutuhan oksigen secara kimia untuk menguraikan zat pencemar, sedangkan TSS menunjukkan jumlah padatan yang tersuspensi di dalam air.

Dengan mekanisme tersebut, limbah dapur dipisahkan berdasarkan karakteristiknya. Sisa pangan organik dapat diarahkan untuk budidaya maggot dan pakan ikan, sementara limbah berbentuk cair menjalani proses pengolahan melalui IPAL.

Keamanan Pangan Tetap Jadi Bagian Utama

Di sisi produksi makanan, SPPG De La Tina telah memiliki sejumlah kelengkapan untuk mendukung higiene dan keamanan pangan. Kelengkapan tersebut meliputi sertifikat halal, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta sertifikasi bagi penjamah makanan.

Pengawasan bahan pangan dilakukan sejak bahan baku tiba di dapur. Bahan disortir untuk memastikan kelayakannya sebelum disimpan pada suhu yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bahan.

“Dari mulai barang datang langsung quality control. Kita sortir mana yang layak dan mana yang tidak. Kita simpan di suhu yang memang seharusnya,” jelas Kepala SPPG De La Tina, Mohamad Ilham Syah Rizal, saat menerangkan pengawasan bahan makanan di SPPG De La Tina, Desa Padaringan, Kecamatan Purwadadi, Ciamis (25/9/26).

Pengawasan tersebut berlanjut hingga makanan didistribusikan kepada penerima manfaat. Dengan demikian, pengelolaan dapur berjalan dari pemeriksaan bahan pangan, produksi dan distribusi makanan hingga penanganan limbah yang tersisa.

Budidaya maggot menjadi salah satu bagian yang menarik dari mata rantai itu. Sisa pangan yang sebelumnya berpotensi menjadi beban sampah memperoleh fungsi baru sebagai sumber pakan larva dan kemudian berpeluang kembali masuk ke sektor peternakan maupun perikanan.

Skalanya memang belum besar dan hasil budidayanya belum dijual. Namun, dengan pasokan limbah organik 11 hingga 15 kilogram setiap hari, pengembangan maggot di sekitar SPPG De La Tina mulai memperlihatkan bagaimana sisa produksi dapur MBG dapat dikelola menjadi sumber daya lain.

Bagi dapur yang melayani 2.347 penerima manfaat, pengelolaan sisa pangan juga menjadi bagian penting setelah makanan selesai diproduksi. Di SPPG De La Tina, proses itu dimulai dari langkah sederhana: memisahkan sisa organik, membawanya keluar dari area dapur, lalu memanfaatkannya untuk membesarkan maggot.

Silakan Bekomentar
Budidaya Maggot Ciamis Limbah MBG Makan Bergizi Gratis SPPG De La Tina
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DPR Desak Pelaku Perusak Lingkungan Batang Toru Ditindak

27 Ribu Hektare Sawah Terendam, Pertanian Sumatera Terpukul

Pemerintah Tegaskan Evaluasi KLB MBG Dilakukan Menyeluruh

Berita Terkini

BSI Buka Kompetisi Proyek Sosial untuk Mahasiswa

AisyahAisyah22 Sep 2026 Pendidikan

UT Bandung Perkuat Layanan SALUT Tasikmalaya

28 Agu 2026

Di Atas Tali, Peserta Jamnas XII Belajar Saling Percaya

15 Agu 2026

Jamnas XII Dibuka, Swasembada Pangan Masuk Arena Pramuka

14 Agu 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.