Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

17 Apr 2026

Tasikmalaya Lepas 1.348 Calhaj dalam Empat Kloter

16 Apr 2026

Ketua JMSI Kaltim Mohammad Sukri Tutup Usia

16 Apr 2026
1 2 3 … 810 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

    12 Apr 2026

    Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

    11 Apr 2026

    Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

    9 Apr 2026

    Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

    9 Apr 2026

    Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

    8 Apr 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Uji Coba Parkir QRIS di Tasik, Warga Masih Bingung

Penerapan parkir non-tunai berbasis QRIS di pusat kota Tasikmalaya menuai respons beragam dari masyarakat dan petugas.
Daerah MarlinaMarlina8 Apr 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Uji Coba Parkir QRIS di Tasik, Warga Masih Bingung
Dishub Kota Tasikmalaya mengecek para juru parkir (.ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tasikmalaya – Di tengah arus modernisasi yang melaju cepat, sistem parkir digital berbasis QRIS di Kota Tasikmalaya justru menyisakan tanda tanya bagi sebagian pengendara. Inovasi yang diharapkan mempermudah, nyatanya masih membutuhkan adaptasi di lapangan.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya mulai menguji coba sistem pembayaran parkir non-tunai menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Rabu (08/04/2026). Program ini dilaksanakan di kawasan strategis Jalan HZ Mustofa, tepatnya di sekitar pusat perbelanjaan seperti Toko Seni Abadi dan Ananda. Dalam penerapannya, area parkir dibagi menjadi dua jalur, yakni pembayaran tunai dan non-tunai guna memberikan pilihan kepada pengguna.

Salah seorang juru parkir, Ardiansyah (39), menyebut bahwa sistem QRIS masih tergolong baru, baik bagi petugas maupun masyarakat. Meski begitu, ia mengakui adanya kemudahan bagi pengendara yang terbiasa bertransaksi digital.

“Sekarang sudah tidak ada alasan tidak bayar parkir karena tidak punya uang cash. Kebanyakan anak muda sudah pakai QRIS atau mobile banking,” ujarnya.

Namun demikian, Ardiansyah juga mengungkapkan adanya tantangan dalam penerapan sistem ini, terutama terkait pencairan saldo. Ia menjelaskan bahwa saldo hasil transaksi QRIS tidak bisa langsung diambil sebelum mencapai jumlah tertentu.

“Kalau QRIS, kita harus menunggu sampai saldo terkumpul dulu. Misalnya harus Rp50 ribu baru bisa diambil, sementara tarif parkir kan hanya Rp2 ribu,” jelasnya.

Selain itu, kendala lain yang muncul adalah masih minimnya pemahaman masyarakat terkait pembagian jalur parkir. Tidak sedikit pengendara yang masuk ke jalur non-tunai namun tetap ingin membayar secara tunai, sehingga menimbulkan kebingungan di lapangan.

“Masih banyak yang belum tahu perbedaan jalur. Yang mau bayar tunai justru masuk ke area non-tunai. Jadi kami masih terus melakukan sosialisasi,” tambahnya.

Dishub Kota Tasikmalaya menilai kondisi ini sebagai hal yang wajar mengingat sistem QRIS untuk parkir baru pertama kali diterapkan di wilayah tersebut. Meski informasi telah disampaikan melalui spanduk dan petunjuk di lokasi, tingkat pemahaman masyarakat dinilai masih perlu ditingkatkan.

Pemerintah daerah pun terus melakukan edukasi agar implementasi sistem ini dapat berjalan optimal. Selain mempermudah transaksi, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan mengurangi potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan berbagai tantangan yang ada, uji coba parkir QRIS ini menjadi langkah awal menuju digitalisasi layanan publik di Tasikmalaya, meski butuh waktu agar benar-benar diterima dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

Irigasi Terputus Pasca Longsor, Warga Citepus Tasikmalaya Bangun Saluran Darurat Secara Swadaya

Irigasi Hancur Diterjang Longsor, Warga Citepus Gotong Royong Atasi Air

Berita Terkini

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

Ericka DaniaEricka Dania17 Apr 2026 Pendidikan

Tasikmalaya Lepas 1.348 Calhaj dalam Empat Kloter

16 Apr 2026

Ketua JMSI Kaltim Mohammad Sukri Tutup Usia

16 Apr 2026

MTsN 3 Tasik Luncurkan Kelas Robotik Berbasis STEM

16 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

12 Apr 2026

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

9 Apr 2026

Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

9 Apr 2026

Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

8 Apr 2026

Strategi Cerdas Menciptakan Konten Kreatif Berdaya Saing

7 Apr 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.