Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

15 Feb 2026

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026
1 2 3 … 802 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

    7 Feb 2026

    Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

    7 Feb 2026

    Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

    6 Feb 2026

    Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

    6 Feb 2026

    Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

    5 Feb 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

PAD Rendah, Fraksi GAP Minta Kutim Maksimalkan Potensi Lokal

DPRD Kutim Lutfi RahmaLutfi Rahma26 Nov 2024698
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
PAD Rendah, Fraksi GAP Minta Kutim Maksimalkan Potensi Lokal
Fraksi GAP DPRD Kutim, Hj. Mulyana. (Ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kutai Timur – Dalam Rapat Paripurna Ke-22 Masa Persidangan Ke-I Tahun Sidang 2024/2025, Selasa (26/11/2024), Fraksi Gelora Amanat Perjuangan (GAP) DPRD Kutai Timur menyoroti rendahnya kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2025.

PAD yang hanya menyumbang Rp358,388 miliar atau 3,21 persen dari total pendapatan daerah dinilai mencerminkan potensi lokal yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Hj. Mulyana, anggota Fraksi GAP yang membacakan pandangan umum, mendesak pemerintah Kutai Timur untuk lebih serius menggali potensi lokal. Menurutnya, sektor seperti pariwisata, agribisnis, dan pengelolaan aset daerah memiliki peluang besar untuk meningkatkan PAD.

“Kontribusi PAD yang rendah menjadi tantangan besar bagi kita. Pemerintah daerah perlu mengembangkan inovasi untuk mengoptimalkan potensi lokal yang ada,” tegas Mulyana dalam paparannya.

Ketergantungan pada Dana Transfer

Fraksi GAP juga menyoroti ketergantungan Kutai Timur pada dana transfer pemerintah pusat yang mencapai 91,86 persen dari total pendapatan daerah. Ketergantungan ini dianggap sebagai kelemahan struktural yang perlu segera diatasi untuk mengurangi risiko kerentanan fiskal.

“Jika terjadi perubahan kebijakan atau penurunan alokasi dana dari pusat, stabilitas anggaran daerah akan terganggu. Pemerintah harus segera mencari solusi untuk meningkatkan kemandirian fiskal,” ujar Mulyana, yang juga merupakan politikus Partai Amanat Nasional (PAN).

Rekomendasi untuk Optimalisasi PAD

Dalam pandangannya, Fraksi GAP mengusulkan sejumlah strategi untuk meningkatkan PAD. Salah satunya adalah dengan memperbaiki tata kelola aset daerah, memperluas basis pajak, dan menciptakan ekosistem investasi yang kondusif.

“Kami merekomendasikan pengelolaan aset daerah secara efisien, peningkatan pajak daerah melalui optimalisasi izin usaha, serta pengembangan sektor pariwisata yang memiliki potensi besar,” tambah Mulyana.

Selain itu, Fraksi GAP meminta pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi terhadap kategori lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah, yang menyumbang 4,91 persen dari total pendapatan. Menurut Mulyana, evaluasi ini diperlukan untuk memastikan bahwa setiap potensi pendapatan dikelola secara optimal.

Fokus pada Kemandirian Fiskal

Sebagai penutup, Mulyana menegaskan bahwa Fraksi GAP mendukung langkah pemerintah untuk memperkuat kemandirian fiskal sebagai prioritas pembangunan jangka panjang.

“Kemandirian fiskal harus menjadi fokus utama agar Kutai Timur tidak lagi terlalu bergantung pada dana transfer. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik, kita bisa menciptakan stabilitas anggaran dan pembangunan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Fraksi GAP berharap pandangan ini dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang mendukung optimalisasi PAD demi kesejahteraan masyarakat Kutai Timur.

Silakan Bekomentar
DPRD Kutim Kabar Kutim Mulyana
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Baharuddin Desak DPRD Kaltim Tuntaskan Konflik Bendungan Marang Kayu

DPRD Soroti Ketimpangan Jalan, Tol Penting tapi Desa Juga Butuh Akses

DPRD Kutim Siap Perkuat Anggaran untuk Pengembangan UMKM Lokal

Berita Terkini

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

AisyahAisyah15 Feb 2026 Daerah

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

29 Jan 2026

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026

Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

6 Feb 2026

Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

6 Feb 2026

7 Makanan Pengganti Nasi yang Lebih Sehat

5 Feb 2026

Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

5 Feb 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.