Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Lawan Hoaks dan Cyberbullying, Diskominfo Gaungkan Gerakan Smart Netizen di UNSIL

4 Mei 2026

Mitos Pokémon Go dan PHK Kurir

3 Mei 2026

May Day 2026, Prabowo Sebut Buruh Jadi Kekuatan Kemenangannya

1 Mei 2026
1 2 3 … 812 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

    12 Apr 2026

    Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

    11 Apr 2026

    Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

    9 Apr 2026

    Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

    9 Apr 2026

    Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

    8 Apr 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Penyadaran Kultural Lebih Efektif dari Sanksi Hukum dalam Pelayanan Publik

Hukum AisyahAisyah10 Des 2024
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Ombudsman RI
Penyampaian Hasil Pengawasan Ombudsman RI Tahun Anggaran (TA) 2024 di Hotel Harris Samarinda, Selasa (10/12/2024).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Agenda hukum yang berujung pidana tidak selalu menjadi solusi dalam menyelesaikan persoalan pelayanan publik, termasuk kasus penyelewengan seperti money politics.

Pendapat ini disampaikan oleh akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman, Jumansyah, dalam acara Penyampaian Hasil Pengawasan Ombudsman RI Tahun Anggaran 2024 di Hotel Harris Samarinda, Selasa (10/12/2024).

“Sama seperti pelayanan publik. Ombudsman tak serta merta orang salah dihukum, Ombudsman lebih mengedepankan penyadaran kultural,” ujar Jumansyah.

Menurutnya, pelayanan publik adalah bentuk nyata kehadiran negara. Tanpa layanan publik yang baik, keberadaan negara menjadi semu. Namun, Jumansyah menyadari bahwa pelayan publik, meskipun terpilih melalui proses seleksi yang ketat, tetaplah manusia yang rentan terhadap kesalahan dan kelalaian.

“Manusia diselimuti kehausan dan pelupa. Meskipun kita tahu birokrasi direkrut melalui proses yang ketat, selalu ada problem karena manusia itu pelupa dan makhluk yang paling berkuasa. Maka, pengawasan itu penting dilakukan,” tegasnya.

Ia menilai bahwa banyak birokrat belum sepenuhnya memahami dan menghargai tanggung jawab yang melekat pada pekerjaan mereka, sehingga penyelewengan kerap terjadi.

“Kami mengingatkan seluruh pelayan publik, Anda bekerja ya dihargai pekerjaannya. Jangan bekerja tapi mau juga berkebun,” sindir Jumansyah.

Untuk memberantas penyelewengan, Jumansyah menegaskan bahwa sekadar sosialisasi aturan tidaklah cukup. Diperlukan pendekatan yang lebih mendalam, masuk ke wilayah filosofis pekerjaan birokrasi.

“Tak semua hukum bisa menyelesaikan persoalan. Pendekatan pelayanan publik tidak semua harus dikonsekuensikan dengan hukum. Ini bukan soal salah atau benar, tapi tepat atau tidak,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang komitmen filosofis pekerjaan birokrasi. “Pelayan publik harus mengerti fungsinya dan bertanggung jawab atas tugasnya,” tutupnya.

Melalui pendekatan kultural dan filosofis ini, ia berharap kualitas pelayanan publik di Indonesia dapat terus meningkat, menjadikan birokrasi lebih transparan dan akuntabel tanpa harus bergantung sepenuhnya pada sanksi hukum.

Silakan Bekomentar
Akademisi Fisif Unmul Berita Kaltim Ombudsman RI
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Jejak Perusak Hutan Sumut Terkuak, Bareskrim Siap Umumkan Tersangka

PKB Soroti Kayu Hanyut di Banjir Sumut, Indikasi Perambahan Hutan

KPK Belum Tetapkan Tersangka Kuota Haji, Pendalaman Jadi Alasan

Berita Terkini

Lawan Hoaks dan Cyberbullying, Diskominfo Gaungkan Gerakan Smart Netizen di UNSIL

AisyahAisyah4 Mei 2026 Pendidikan

May Day 2026, Prabowo Sebut Buruh Jadi Kekuatan Kemenangannya

1 Mei 2026

PKS Tasikmalaya Mulai Konsolidasi Dini, Siapkan Mesin Politik hingga Tingkat RW

19 Apr 2026

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

17 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mitos Pokémon Go dan PHK Kurir

3 Mei 2026

Di Balik Kesenyapanya, Sriyanti Nurfadhillah: Pendidik Muda Multiperan

23 Apr 2026

Profil Richard Mundzir: Aktif di Media, Lolos Riset Mahasiswa 2026

21 Apr 2026

Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

12 Apr 2026

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

9 Apr 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.