Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

21 Jun 2026

Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

20 Jun 2026

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

19 Jun 2026
1 2 3 … 821 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

    21 Jun 2026

    Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

    20 Jun 2026

    Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

    18 Jun 2026

    Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

    18 Jun 2026

    Beragam Manfaat Jahe untuk Menjaga Tubuh Tetap Prima

    18 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Firnadi Ikhsan Buka Festival Jembayan Kampong Tuha ke-6, Angkat Semangat Persatuan dan Pelestarian Budaya

Festival budaya di Desa Jembayan hadirkan pawai tradisi, ziarah raja, dan geliat UMKM demi jaga sejarah dan perkuat persatuan warga.
DPRD Kaltim AisyahAisyah12 Jul 2025594
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Jembayan
Firnadi Ikhsan saat membuka Festival Jembayan Kampong Tuha ke-6 di situs cagar budaya Pemarangan, Desa Jembayan.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kukar – Desa Jembayan di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, kembali menggema lewat perhelatan Festival Jembayan Kampong Tuha ke-6 sekaligus peringatan Hari Jadi Desa Jembayan ke-390 tahun. Acara ini resmi dibuka Sabtu 12 Juli 2024 di Situs Cagar Budaya Dusun Pemarangan RT 01 Desa Jembayan.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, yang juga Ketua Fraksi PKS, didaulat membuka festival yang sarat makna sejarah ini. Festival diawali dengan ziarah ke Makam Aji Pangeran Sinom Panji Mendapatkan ing Martapura, Raja Kutai Kartanegara ke-8, yang dahulu memerintah dari Pamarangan, sebelum dipindahkan ke Tepian Pandan atau kini dikenal sebagai Tenggarong oleh Sultan Aji Muslihudin.

Firnadi menyebut, Festival Jembayan Kampong Tuha bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam merawat sejarah, budaya musyawarah, dan semangat gotong royong.

“Festival ini bukan hanya soal pesta rakyat, tapi juga tentang merawat nilai-nilai sejarah dan menghidupkan kembali jiwa heroik para pendiri Kutai yang berhasil mempersatukan masyarakat,” ucap Firnadi di hadapan tamu undangan.

Selain itu, acara ini menjadi simbol perekat persatuan dan sarana memperkuat kebersamaan warga Jembayan, khususnya di tengah pesatnya pembangunan daerah yang kini menjadi penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Berbagai tokoh turut hadir, di antaranya Tokoh Adat Budaya Kesultanan Kutai Awang Yacoub Luthman, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Plt Sekcam Loa Kulu, jajaran Polres, Kodim, para kepala desa, lembaga adat, serta tamu undangan lainnya.

Festival ini juga diramaikan dengan pawai pembangunan, atraksi hiburan tradisional, dan kegiatan UMKM yang akan berlangsung hingga 15 Juli mendatang.

Firnadi menilai, festival semacam ini menjadi ruang interaksi dan komunikasi lintas generasi, serta dapat memberikan dampak positif pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.

“Festival ini memberi peluang besar untuk UMKM berkembang, mempererat hubungan sosial, dan menarik minat wisatawan. Nilai-nilai inilah yang kita butuhkan dalam membangun daerah,” ujarnya.

Beragam atraksi budaya khas Kalimantan Timur hingga nusantara akan ditampilkan. Sebanyak 10 objek pemajuan kebudayaan turut diangkat dalam festival, mulai dari kesenian tradisional, ritual adat, hingga kuliner lokal.

Masyarakat Desa Jembayan mengaku bangga bisa terus mempertahankan tradisi dan sejarah leluhur. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang ditanamkan para pendahulu menjadi modal sosial yang diharapkan terus terjaga di tengah arus modernisasi.

Bagi Firnadi, keberadaan festival seperti ini menjadi bukti bahwa masyarakat Jembayan tak sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga siap berkontribusi dalam mendukung penguatan identitas lokal sebagai bagian dari wilayah penyangga IKN Nusantara.

Festival Jembayan Kampong Tuha ke-6 ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang tak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan menginspirasi, sekaligus memperkuat ketahanan budaya di Kaltim.

Silakan Bekomentar
DPRD Kaltim Festival Jembayan Firnadi Ikhsan Kabar Kukar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Bajaj Maxride Mulai Operasi di Tenggarong, Sasar Pengangguran dan Transportasi Publik

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

AisyahAisyah19 Jun 2026 Kebudayaan

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

17 Jun 2026

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

25 Mei 2026

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

21 Jun 2026

Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

20 Jun 2026

Belajar Mandiri di Universitas Terbuka: Tantangan dan Solusi Praktis

18 Jun 2026

Pentingnya Disiplin Diri bagi Mahasiswa Universitas Terbuka

18 Jun 2026

Beragam Manfaat Jahe untuk Menjaga Tubuh Tetap Prima

18 Jun 2026

Deretan Makanan Khas Tasikmalaya yang Menggugah Selera

17 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.