Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

15 Feb 2026

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026
1 2 3 … 802 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

    7 Feb 2026

    Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

    7 Feb 2026

    Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

    6 Feb 2026

    Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

    6 Feb 2026

    Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

    5 Feb 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

DPRD Kaltim Minta Pemerataan Akses Pendidikan Desa-Kota

Ketimpangan fasilitas dan akses jalan hambat anak-anak daerah terpencil mendapatkan pendidikan layak.
DPRD Kaltim AisyahAisyah13 Jul 2025761
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
DPRD Kaltim Minta Pemerataan Akses Pendidikan Desa-Kota
Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan (dok/vimora).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agusriansyah Ridwan menyoroti ketimpangan pendidikan antara kota dan desa. Ia menyatakan bahwa pembangunan sekolah di Kaltim kerap dilakukan tanpa mempertimbangkan akses dan fasilitas pendukung lainnya, sehingga menyulitkan anak-anak di kawasan terpencil mengakses pendidikan secara layak.

LIa menyebutkan bahwa anak-anak dari wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) sering kali tidak bisa menikmati hak pendidikan secara setara karena tidak tersedianya infrastruktur dasar, seperti jalan dan transportasi umum.

“Kita bangun sekolah, tapi jalannya belum dibangun. Ini jadi alasan klasik dalam penerimaan siswa baru, karena jauh dan sulit diakses. Padahal itu bisa diatasi dengan perencanaan yang terpadu,” ujarnya, Rabu 9 Juli 2025.

Agusriansyah juga menilai ketimpangan ini sebagai bentuk ketidakadilan dalam pelayanan pendidikan. Menurutnya, semestinya tidak ada perbedaan mencolok antara anak-anak yang tinggal di kota dan mereka yang tinggal di desa dalam hal akses pendidikan.

“Kalau di kota bisa dapat layanan bagus, kenapa di desa tidak? Jangan sampai anak-anak di kampung hanya dijadikan statistik semata, tapi tidak benar-benar dijangkau oleh layanan pendidikan,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya pendekatan pembangunan berbasis kawasan, bukan hanya berdasarkan anggaran atau data proyek tahunan. Dalam pendekatan ini, kata dia, sekolah harus dibangun lengkap dengan sarana penunjang seperti jalan penghubung, asrama, dan bahkan penyediaan gizi bagi peserta didik.

“Kita ingin anak-anak desa tidak kalah dengan anak kota. Maka, ke depan, pembangunan sekolah harus satu paket, ada gedungnya, ada jalannya, bahkan kalau perlu, ada asramanya,” katanya.

DPRD Kaltim, lanjut Agusriansyah, mendorong agar pemerintah provinsi dan kabupaten melakukan evaluasi atas proyek-proyek pendidikan yang selama ini dinilai terlalu parsial. Ia meminta perencanaan yang lebih menyeluruh dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan sosial masyarakat di wilayah sasaran pembangunan.

Ia juga menekankan perlunya pengawasan lebih ketat dalam pelaksanaan proyek pendidikan di daerah terpencil agar tidak sekadar formalitas anggaran, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Kritik ini disampaikan sebagai upaya agar pembangunan pendidikan di Kalimantan Timur tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik di wilayah perkotaan, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan anak-anak di desa, terutama dalam mendukung pencapaian target pemerataan pendidikan nasional.

Agusriansyah berharap, ke depan, pendekatan kebijakan pendidikan harus disusun dengan prinsip keadilan sosial, di mana setiap anak, tanpa memandang tempat tinggalnya, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

“Jangan biarkan mereka terpinggirkan hanya karena tinggal di daerah yang jauh. Mereka juga punya hak atas masa depan,” pungkasnya.

Silakan Bekomentar
Agusriansyah Berita Kaltim DPRD Kaltim Kesenjangan Kota-Desa Pendidikan 3T
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

AisyahAisyah15 Feb 2026 Daerah

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

29 Jan 2026

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026

Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

6 Feb 2026

Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

6 Feb 2026

7 Makanan Pengganti Nasi yang Lebih Sehat

5 Feb 2026

Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

5 Feb 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.