Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

UT Bandung Gaet Siswa SMANCIS di Edufair 2026

14 Jan 2026

Expo Kampus MAN 1 Jadi Panggung UT Edukasi Kuliah Fleksibel

13 Jan 2026

Persiapan Haji Indonesia di Saudi Capai Progres Besar

8 Jan 2026
1 2 3 … 790 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025

    Prabowo: Indonesia Harus Mandiri, Tak Lagi Bergantung Asing

    29 Nov 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Bukan Malas, Cuma Belum Punya Sistem Hidup

    29 Sep 2025

    Rahasia Tetap Kenyang dan Sehat Tanpa Harus Makan Nasi

    22 Sep 2025

    Menyambut Idul Adha: Pahami Aspek Hukum dalam Ibadah Kurban

    26 Mei 2025

    Terobosan PPNS: Teknologi Deteksi Gas Berbasis Android untuk Keamanan Kerja

    20 Des 2024

    Panduan Olahraga Ringan di Rumah untuk Tetap Bugar di Tengah Kesibukan

    25 Nov 2024
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

PKB Soroti Kayu Hanyut di Banjir Sumut, Indikasi Perambahan Hutan

Pernyataan politisi PKB tentang kayu gelondongan yang terbawa banjir memicu sorotan baru terhadap dugaan perusakan hutan di Sumatra Utara.
Hukum AisyahAisyah29 Nov 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
PKB Soroti Kayu Hanyut di Banjir Sumut, Indikasi Perambahan Hutan
Banjir bandang menyapu ratusan kayu. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Deretan kayu gelondongan yang terseret arus banjir di Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah seolah menjadi “jejak sunyi” yang menunjukkan kerusakan di hulu. Fenomena mencolok itu mendorong perhatian publik, terlebih setelah pernyataan anggota DPR RI yang menilai bahwa kejadian tersebut bukanlah tanda alam semata, melainkan indikasi kuat adanya perambahan hutan.

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menyebut banjir bandang di dua wilayah Sumatra Utara itu kemungkinan besar dipicu oleh penebangan liar di kawasan hulu sungai. Ia menegaskan bahwa temuan ratusan kayu gelondongan yang hanyut saat bencana adalah bukti visual paling jelas dari rusaknya tutupan hutan di daerah tersebut.

“Faktanya kita lihat saat terjadi banjir bandang di Tapteng dan Tapsel, yang hanyut banyak kayu gelondongan, berarti ada perambahan hutan di hulu sungai, mengakibatkan banjir bandang,” ujar Marwan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

Ia menambahkan bahwa tindakan ilegal itu tidak boleh dianggap persoalan kecil karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Marwan menilai pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari aktivitas ilegal logging telah menjadikan warga sebagai pihak yang menanggung risiko paling besar.

Marwan menegaskan kembali seruannya agar pemerintah pusat, pemda, serta aparat TNI/Polri segera mengusut jejak perambahan hutan yang diduga menjadi akar persoalan. Menurutnya, upaya tersebut harus dilakukan setelah penanganan darurat korban terdampak terselesaikan dengan baik agar proses investigasi tidak mengganggu evakuasi maupun distribusi bantuan.

“Kita mendesak pemerintah serta aparat terkait supaya mengusut perambahan hutan di wilayah Sumut. Sebab kalau hal ini terus dibiarkan, bencana alam seperti ini akan terus terjadi jika perambahan hutan tidak segera diatasi,” sebutnya.

Dalam kondisi cuaca ekstrem dan kerusakan infrastruktur yang cukup parah, Marwan menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap bersabar. Ia menyebut sejumlah jalur transportasi, termasuk jembatan dan jalan utama, masih terputus sehingga bantuan logistik memerlukan waktu lebih lama untuk menjangkau lokasi pengungsian.

“Bagi keluarga kena musibah, termasuk meninggal dunia, kita ikut berduka. Bagi masyarakat yang saat ini masih mengungsi kita harapkan tetap semangat. Intinya, pemerintah tidak akan membiarkan masyarakat menyelesaikan urusannya sendiri, pasti hadir, tetapi tetap mohon kesabaran. Apalagi cuaca ini tidak bisa kita kendalikan, curah hujan yang masih begitu tinggi saat ini,” jelasnya.

Seruan tersebut mempertegas urgensi penegakan hukum terkait perambahan hutan, sekaligus menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola lingkungan di wilayah Sumatra Utara. Dengan banyaknya kerusakan dan korban, dugaan praktik penebangan liar kini menjadi sorotan utama dalam upaya mencegah bencana serupa terulang.

Silakan Bekomentar
Banjir Sumut Illegal Logging Perambahan Hutan PKB
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Jejak Perusak Hutan Sumut Terkuak, Bareskrim Siap Umumkan Tersangka

KPK Belum Tetapkan Tersangka Kuota Haji, Pendalaman Jadi Alasan

Menkum: Polisi Aktif Sebelum Putusan MK Tak Wajib Mundur

Berita Terkini

UT Bandung Gaet Siswa SMANCIS di Edufair 2026

AisyahAisyah14 Jan 2026 Pendidikan

Expo Kampus MAN 1 Jadi Panggung UT Edukasi Kuliah Fleksibel

13 Jan 2026

Persiapan Haji Indonesia di Saudi Capai Progres Besar

8 Jan 2026

Riset BRIN Ungkap Kefir Kacang Hijau Bantu Gula Darah

6 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Bukan Malas, Cuma Belum Punya Sistem Hidup

29 Sep 2025

Rahasia Tetap Kenyang dan Sehat Tanpa Harus Makan Nasi

22 Sep 2025

Mekanisme Perlindungan Hak Cipta Lagu dan Penarikan Royalti melalui Lembaga Manajemen Kolektif

4 Jul 2025

Menyambut Idul Adha: Pahami Aspek Hukum dalam Ibadah Kurban

26 Mei 2025

Rakyat Dijadikan Figuran oleh “Bapak Aing”

27 Feb 2025

Terobosan PPNS: Teknologi Deteksi Gas Berbasis Android untuk Keamanan Kerja

20 Des 2024
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.