Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Di Atas Tali, Peserta Jamnas XII Belajar Saling Percaya

15 Agu 2026

Jamnas XII Dibuka, Swasembada Pangan Masuk Arena Pramuka

14 Agu 2026

Pramuka Khalifa Curi Start Jalankan Regulasi Baru, Struktur Gugus Depan Langsung Ditata

6 Agu 2026
1 2 3 … 838 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Arab Saudi Kumpulkan 40 Negara, Rusia Tidak Termasuk?

China klaim negaranya netral dalam konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Namun klaim itu tidak sesuai dengan tindakan China
Global Intan WardahIntan Wardah5 Agu 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Rusia
Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – 40 negara berkumpul untuk melakukan perundingan guna mengakhiri konflik di Ukraina, dengan inisiatif dari Arab Saudi dalam menyusun strategi untuk menghentikan serangan Rusia di Ukraina pada (05/08/2023).

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, memberikan apresiasi positif terhadap inisiatif dari negara Arab yang juga mengajak beberapa negara yang terdampak, yang mengalami lonjakan harga pangan sebagai akibat dari perang tersebut.

Harga Pangan Meningkat Akibat Rusia

Zelenskyy mengungkapkan bahwa pertemuan ini sangat penting, mengingat nasib jutaan orang Afrika, Asia, dan belahan dunia lainnya secara langsung bergantung pada seberapa cepat dunia bergerak.

“Ini sangat penting karena pada isu-isu seperti ketahanan pangan, nasib jutaan orang di Afrika, Asia, dan belahan dunia lainnya secara langsung bergantung pada seberapa cepat dunia bergerak untuk mengimplementasikan formula perdamaian tersebut,” kata Zelenskyy, dikutip Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga pangan yang meningkat adalah akibat keputusan Rusia untuk tidak lagi berpartisipasi dalam kesepakatan pangan yang disepakati melalui mediasi PBB. Kesepakatan tersebut memungkinkan pengiriman produk pangan Ukraina melalui Laut Hitam ke negara-negara yang menghadapi masalah kelaparan.

Harapan Kesepakatan Musim Gugur

Zelenskyy berharap pertemuan yang diinisiasi oleh Arab dapat menghasilkan kesepakatan para pemimpin dunia pada musim gugur ini, mendukung prinsip-prinsip yang didasarkan pada formula perdamaian 10 poin Kyiv dari KTT G20. Formula tersebut mencakup penghormatan terhadap integritas teritorial Ukraina dan penarikan pasukan Rusia dari wilayah yang diklaim Moskow telah dicaplok.

Namun, forum tersebut dikatakan tidak akan melibatkan Rusia secara langsung dan akan diawasi oleh Kremlin atau pusat kekuasaan Rusia.

Reaksi Rusia dan Keikutsertaan China

Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, menyatakan bahwa Rusia perlu memahami tujuan yang ditetapkan dan isu yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Setiap upaya untuk mempromosikan penyelesaian damai layak mendapat evaluasi positif,” katanya.

Namun, bagi Ukraina, KTT tersebut dianggap penting karena memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan negara-negara netral seperti India dan Brasil. Menariknya, dalam pertemuan tersebut, juga turut dihadiri oleh ‘sekutu’ Rusia, yaitu China.

China klaim negaranya netral dalam konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Namun klaim itu tidak sesuai dengan tindakan China.

China Siap Bekerja Sama Solusi

Wang Wenbin, juru bicara kementerian China, menyatakan bahwa China siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk terus berkontribusi secara positif dalam mencari solusi politik untuk mengatasi krisis di Ukraina.

Dengan begitu, pertemuan di Arab yang melibatkan 40 negara menggarisbawahi jasa baik Riyadh untuk berkontribusi mencapai solusi perdamaian abadi.

“Kesiapan Riyadh untuk menggunakan jasa baiknya untuk berkontribusi mencapai solusi yang akan menghasilkan perdamaian permanen,” kata pejabat Saudi Press Agency (SPA).

Silakan Bekomentar
Arab Saudi Dmitry Peskov Volodymyr Zelenskyy Wang Wenbin
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Jemaah Haji Diingatkan Hormati Privasi di Saudi

Bidding Kampung Haji Berjalan, DPR Siap Tinjau Lokasi Tahun Depan

Prabowo Soroti Kerugian Judi Online, Capai Rp134 Triliun

Berita Terkini

Di Atas Tali, Peserta Jamnas XII Belajar Saling Percaya

Yuliyani UtamiYuliyani Utami15 Agu 2026 Pendidikan

Jamnas XII Dibuka, Swasembada Pangan Masuk Arena Pramuka

14 Agu 2026

Pramuka Khalifa Curi Start Jalankan Regulasi Baru, Struktur Gugus Depan Langsung Ditata

6 Agu 2026

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

25 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.