Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Lawan Hoaks dan Cyberbullying, Diskominfo Gaungkan Gerakan Smart Netizen di UNSIL

4 Mei 2026

Mitos Pokémon Go dan PHK Kurir

3 Mei 2026

May Day 2026, Prabowo Sebut Buruh Jadi Kekuatan Kemenangannya

1 Mei 2026
1 2 3 … 812 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

    12 Apr 2026

    Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

    11 Apr 2026

    Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

    9 Apr 2026

    Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

    9 Apr 2026

    Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

    8 Apr 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Arab Saudi Kumpulkan 40 Negara, Rusia Tidak Termasuk?

China klaim negaranya netral dalam konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Namun klaim itu tidak sesuai dengan tindakan China
Global Intan WardahIntan Wardah5 Agu 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Rusia
Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – 40 negara berkumpul untuk melakukan perundingan guna mengakhiri konflik di Ukraina, dengan inisiatif dari Arab Saudi dalam menyusun strategi untuk menghentikan serangan Rusia di Ukraina pada (05/08/2023).

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, memberikan apresiasi positif terhadap inisiatif dari negara Arab yang juga mengajak beberapa negara yang terdampak, yang mengalami lonjakan harga pangan sebagai akibat dari perang tersebut.

Harga Pangan Meningkat Akibat Rusia

Zelenskyy mengungkapkan bahwa pertemuan ini sangat penting, mengingat nasib jutaan orang Afrika, Asia, dan belahan dunia lainnya secara langsung bergantung pada seberapa cepat dunia bergerak.

“Ini sangat penting karena pada isu-isu seperti ketahanan pangan, nasib jutaan orang di Afrika, Asia, dan belahan dunia lainnya secara langsung bergantung pada seberapa cepat dunia bergerak untuk mengimplementasikan formula perdamaian tersebut,” kata Zelenskyy, dikutip Al Jazeera.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga pangan yang meningkat adalah akibat keputusan Rusia untuk tidak lagi berpartisipasi dalam kesepakatan pangan yang disepakati melalui mediasi PBB. Kesepakatan tersebut memungkinkan pengiriman produk pangan Ukraina melalui Laut Hitam ke negara-negara yang menghadapi masalah kelaparan.

Harapan Kesepakatan Musim Gugur

Zelenskyy berharap pertemuan yang diinisiasi oleh Arab dapat menghasilkan kesepakatan para pemimpin dunia pada musim gugur ini, mendukung prinsip-prinsip yang didasarkan pada formula perdamaian 10 poin Kyiv dari KTT G20. Formula tersebut mencakup penghormatan terhadap integritas teritorial Ukraina dan penarikan pasukan Rusia dari wilayah yang diklaim Moskow telah dicaplok.

Namun, forum tersebut dikatakan tidak akan melibatkan Rusia secara langsung dan akan diawasi oleh Kremlin atau pusat kekuasaan Rusia.

Reaksi Rusia dan Keikutsertaan China

Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, menyatakan bahwa Rusia perlu memahami tujuan yang ditetapkan dan isu yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Setiap upaya untuk mempromosikan penyelesaian damai layak mendapat evaluasi positif,” katanya.

Namun, bagi Ukraina, KTT tersebut dianggap penting karena memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dengan negara-negara netral seperti India dan Brasil. Menariknya, dalam pertemuan tersebut, juga turut dihadiri oleh ‘sekutu’ Rusia, yaitu China.

China klaim negaranya netral dalam konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Namun klaim itu tidak sesuai dengan tindakan China.

China Siap Bekerja Sama Solusi

Wang Wenbin, juru bicara kementerian China, menyatakan bahwa China siap bekerja sama dengan komunitas internasional untuk terus berkontribusi secara positif dalam mencari solusi politik untuk mengatasi krisis di Ukraina.

Dengan begitu, pertemuan di Arab yang melibatkan 40 negara menggarisbawahi jasa baik Riyadh untuk berkontribusi mencapai solusi perdamaian abadi.

“Kesiapan Riyadh untuk menggunakan jasa baiknya untuk berkontribusi mencapai solusi yang akan menghasilkan perdamaian permanen,” kata pejabat Saudi Press Agency (SPA).

Silakan Bekomentar
Arab Saudi Dmitry Peskov Volodymyr Zelenskyy Wang Wenbin
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Bidding Kampung Haji Berjalan, DPR Siap Tinjau Lokasi Tahun Depan

Prabowo Soroti Kerugian Judi Online, Capai Rp134 Triliun

PBB Kecam Dunia Bungkam atas Kekejaman terhadap Perempuan Gaza

Berita Terkini

Lawan Hoaks dan Cyberbullying, Diskominfo Gaungkan Gerakan Smart Netizen di UNSIL

AisyahAisyah4 Mei 2026 Pendidikan

May Day 2026, Prabowo Sebut Buruh Jadi Kekuatan Kemenangannya

1 Mei 2026

PKS Tasikmalaya Mulai Konsolidasi Dini, Siapkan Mesin Politik hingga Tingkat RW

19 Apr 2026

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

17 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mitos Pokémon Go dan PHK Kurir

3 Mei 2026

Di Balik Kesenyapanya, Sriyanti Nurfadhillah: Pendidik Muda Multiperan

23 Apr 2026

Profil Richard Mundzir: Aktif di Media, Lolos Riset Mahasiswa 2026

21 Apr 2026

Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

12 Apr 2026

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

9 Apr 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.