Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

15 Feb 2026

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026
1 2 3 … 802 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

    7 Feb 2026

    Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

    7 Feb 2026

    Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

    6 Feb 2026

    Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

    6 Feb 2026

    Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

    5 Feb 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

BYD Siap Memperluas Produksi Kendaraan Listrik di Vietnam bukan Indonesia?

pada Januari lalu pembuat mobil listrik yang berbasis di Xian, China, ini telah berencana untuk membuka pabrik di Vietnam untuk memproduksi suku cadang mobil. Rencana itu bertujuan untuk mengekspor komponen ke pabrik perakitan yang rencananya di Thailand.
Ekonomi MundzirMundzir8 Mei 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
mobil listrik
Mobil Listrik (REUTERS/Damir Sagolj)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Xi’an – bos perusahaan mobil listrik asal China, menyatakan rencananya untuk meningkatkan produksi dan perakitan mobil listrik perusahaannya di Vietnam.

Melansir dari Reuters, pada Januari lalu pembuat mobil listrik yang berbasis di Xian, China, ini telah berencana untuk membuka pabrik di Vietnam untuk memproduksi suku cadang mobil. Rencana itu bertujuan untuk mengekspor komponen ke pabrik perakitan yang rencananya di Thailand.

Dalam pernyataan pemerintah yang dikeluarkan setelah pertemuan antara pendiri dan CEO BYD Wang Chuanfu dan Wakil Perdana Menteri Vietnam Tran Hong Ha pada Jumat (5/5/2023) lalu, Wang mengatakan bahwa ia berharap Vietnam dapat memberikan keuntungan bagi BYD dalam menyelesaikan prosedur investasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, pernyataan itu tidak menyebutkan berapa banyak investasi baru BYD yang akan digelontorkan untuk ekspansi tersebut.

Selain mengoperasikan pabrik untuk merakit perangkat elektronik dan suku cadang di Provinsi Phu Tho, Vietnam Utara, pemerintah setempat mengatakan bahwa BYD juga tengah mengusulkan pembentukan rantai pasokan lokal.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia saat ini juga tengah berupaya untuk menggaet BYD untuk berinvestasi di dalam ekosistem kendaraan listrik Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Septian Hario Seto mengatakan bahwa selain melakukan penjajakan kerja sama dengan Tesla, pemerintah juga berupaya untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan BYD.

Seto mengatakan, karena Indonesia ingin mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik, di mana salah satunya membangun pabrik baterai, maka dari sisi pengguna akhir baterainya dulu lah yang harus dikembangkan.

Dalam hal ini, Tesla dan BYD merupakan pengguna baterai kendaraan listrik tersebut nantinya.

“Kenapa sih kita dorong ekosistem mobil listrik? Kenapa kita harus menarik BYD dan Tesla untuk masuk Indonesia? Kenapa demand mobil listrik di dalam negeri harus kita dorong dengan insentif? Karena sederhana, kalau kita mau bikin pabrik baterai, sel dan pack dari lithium, itu harus ada pengguna akhirnya dulu, siapa? ya mobil listrik atau motor listrik,” paparnya dalam acara “Energy & Mining Outlook 2023” CNBC Indonesia di Jakarta, Kamis (23/02/2023).

Dia mengatakan, pihaknya masih melakukan negosiasi dengan Tesla dan BYD sampai saat ini.

“Bagaimana so far hasilnya? Relatively oke, negosiasi dengan Tesla masih berjalan, dengan BYD masih dalam tahapan awal,” ucapnya.

Bila kedua raksasa otomotif dunia ini benar akan berinvestasi di Tanah Air, maka baru lah Indonesia bisa menghitung berapa besar perkiraan kebutuhan komoditas tambang untuk membangun ekosistem baterai kendaraan listrik, baik nikel, timah, aluminium, dan lainnya.

“Kalau mereka (BYD dan Tesla) masuk, Bapak bisa bayangkan berapa komponen yang harus dibangun, demand terhadap timah, aluminium, nikel dan lain-lain akan kelihatan seperti apa,” tuturnya.

Silakan Bekomentar
BYD Kemenko Marves Mobil Listrik Vietnam
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Pemerintah Pantau Dampak Krisis Venezuela terhadap Minyak Dunia

Prabowo Gunakan Dana Korupsi dan Efisiensi untuk Bayar Whoosh

Menaker Wanti-wanti Program Magang Nasional Tak Jadi Ajang Eksploitasi

Berita Terkini

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

AisyahAisyah15 Feb 2026 Daerah

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

29 Jan 2026

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026

Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

6 Feb 2026

Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

6 Feb 2026

7 Makanan Pengganti Nasi yang Lebih Sehat

5 Feb 2026

Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

5 Feb 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.