Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Dewan Pendidikan Kaltim Minta Dana BOSKIN Lebih Berdampak pada Mutu Lulusan

22 Okt 2026

Literasi Zakat Diperkuat, BAZNAS Kejar Rp70 Triliun

14 Okt 2026

Target Rp5 Juta per Kelas SMPN 1 Cisayong untuk Bangun Gerbang Dipersoalkan

13 Okt 2026
1 2 3 … 841 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Aston Inn Jemursari Angkat Cita Rasa Nasi Kelapa

    6 Okt 2026

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Dewan Pendidikan Kaltim Minta Dana BOSKIN Lebih Berdampak pada Mutu Lulusan

Pendidikan AminahAminah22 Okt 2026533
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Dewan Pendidikan Kaltim Minta Dana BOSKIN Lebih Berdampak pada Mutu Lulusan
Teks: Pengurus Dewan Pendidikan Kaltim, Rediyono saat menghadiri Bimtek SPMI SMK di Auditorium SMK Putra Bangsa, Bontang, Rabu (21/10/2026). (Foto: dokpri)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Bontang – Pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (BOSKIN) untuk SMK diharapkan dapat diperluas agar mendukung kompetensi vokasi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Hal itu disampaikan Pengurus Dewan Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Rediyono, dalam kegiatan Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi SMK penerima BOSKIN di Auditorium SMK Putra Bangsa, Kota Bontang, Rabu 21 Oktober 2026.

Menurut Rediyono, SPMI memiliki peran penting dalam membangun budaya mutu sekolah yang berkelanjutan. Upaya tersebut perlu didukung pemenuhan standar pendidikan serta pengambilan keputusan berdasarkan data, sehingga perbaikan sekolah tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi juga berdampak pada kualitas pembelajaran.

Ia berharap dana BOSKIN dapat dimanfaatkan secara lebih luas untuk mendukung pengembangan kompetensi siswa dan guru, terutama dalam menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Dana BOSKIN diharapkan dapat diperluas pemanfaatannya untuk pengembangan mutu SMK, seperti teaching factory, penyusunan kurikulum bersama DUDI, pemagangan guru produktif, media pembelajaran, dan berbagai program lain yang menunjang peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Rediyono.

BOSKIN saat ini diarahkan pada tiga pilar utama, yakni peningkatan literasi dan numerasi peserta didik, penguatan digitalisasi pembelajaran, serta perbaikan tata kelola satuan pendidikan.

Karena itu, perluasan pemanfaatan dana menjadi salah satu harapan agar dukungan pendanaan juga dapat menjawab kebutuhan khusus pendidikan vokasi.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 24 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru dari tiga SMK swasta di Bontang penerima BOSKIN. Bimtek menghadirkan Rita Zahra dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kaltim sebagai narasumber.

Pembukaan kegiatan diwakili Pengawas SMK Bontang, Erlina Krisdiyanti yang mewakili Kepala Sub Dinas Wilayah Kutai Timur dan Bontang.

Dalam sambutannya, Erlina menekankan pentingnya pemetaan mutu melalui Rapor Pendidikan sebagai dasar penyusunan program sekolah.

Hasil pemetaan tersebut perlu diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Selain penguatan mutu berbasis data, ia mendorong SMK memperkuat keterhubungan dengan dunia kerja melalui konsep link and match. Keselarasan pembelajaran dengan kebutuhan industri dinilai penting agar kompetensi lulusan lebih relevan dengan perkembangan lapangan kerja.

“Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, sekolah juga harus memastikan lingkungan pendidikan aman dan nyaman bagi siswa. Perundungan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa karena dapat mengganggu proses belajar dan perkembangan peserta didik,” pesanya.

Melalui bimtek ini, sekolah diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan SPMI sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan, serta memastikan hasil evaluasi sekolah benar-benar menjadi dasar pengembangan pembelajaran, kompetensi guru, serta kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim BOSKIN Dewan Pendidikan Rediyono
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Target Rp5 Juta per Kelas SMPN 1 Cisayong untuk Bangun Gerbang Dipersoalkan

BSI Buka Kompetisi Proyek Sosial untuk Mahasiswa

UT Bandung Perkuat Layanan SALUT Tasikmalaya

Berita Terkini

Literasi Zakat Diperkuat, BAZNAS Kejar Rp70 Triliun

AisyahAisyah14 Okt 2026 Nasional

Target Rp5 Juta per Kelas SMPN 1 Cisayong untuk Bangun Gerbang Dipersoalkan

13 Okt 2026

Survei CELIOS Beri Prabowo Skor 2,8 dari 10

12 Okt 2026

Survei CELIOS: 75 Persen Warga Mengaku Stres

11 Okt 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Aston Inn Jemursari Angkat Cita Rasa Nasi Kelapa

6 Okt 2026

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.