Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

15 Feb 2026

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026
1 2 3 … 802 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

    7 Feb 2026

    Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

    7 Feb 2026

    Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

    6 Feb 2026

    Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

    6 Feb 2026

    Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

    5 Feb 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Atasi Bencana Sumatera

Desakan DPR muncul setelah banjir dan longsor meluas, memutus akses, serta menelan puluhan korban jiwa di Aceh dan Sumatera Utara.
Nasional AisyahAisyah28 Nov 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Atasi Bencana Sumatera
Banjar bandang di Sumatera Utara
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Deru hujan yang tak kunjung mereda seolah menjadi ironi pahit bagi warga di Sumatera bagian utara. Banjir dan longsor yang meluas memutus jalan, merendam permukiman, hingga menggelapkan jaringan listrik. Di tengah situasi ini, DPR mendesak pemerintah untuk bergerak lebih cepat. “Negara harus hadir,” begitu seruan yang menggema dari gedung parlemen, Jumat (28/11/2025).

Anggota Komisi V DPR RI Ruslan M Daud menyoroti besarnya dampak bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat dalam sepekan terakhir. Ia menjelaskan bahwa sebagian wilayah masih terisolasi, sementara ribuan warga kesulitan berkomunikasi akibat terputusnya jaringan seluler dan listrik. Kondisi ini, katanya, membutuhkan respons darurat yang lebih intensif dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami sangat prihatin dengan banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banyak wilayah belum bisa diakses dan masyarakat kesulitan berkomunikasi dengan keluarga karena jaringan seluler dan listrik terputus. Negara harus hadir melakukan penanganan cepat untuk membantu para korban,” ujarnya dalam pernyataan kepada wartawan di Jakarta.

Ia menekankan perlunya penambahan armada dan personel Basarnas untuk mempercepat evakuasi di titik-titik banjir maupun longsor. Menurutnya, masih banyak warga bertahan di lokasi berbahaya sementara tim SAR kewalahan menjangkau seluruh daerah terdampak. Selain itu, kebutuhan tenaga medis juga dianggap mendesak untuk menangani korban luka dan mereka yang mengalami keadaan darurat.

Ruslan juga menyoroti bahwa kondisi Aceh saat ini menjadi yang paling buruk sejak bencana tsunami 2004. Skala dampaknya hampir merata di seluruh provinsi, mulai dari wilayah dataran tinggi Gayo hingga pesisir utara dan barat selatan. Banyak warga terpaksa bertahan di atap rumah, kubah masjid, hingga pohon besar karena minimnya armada evakuasi.

“Banyak masyarakat berlindung di atas pohon, atap rumah, kubah masjid, dan tempat tinggi lainnya untuk menghindari banjir. Mereka belum bisa dievakuasi karena armada dan personel SAR tidak mencukupi, bahkan ada yang menggunakan boat nelayan,” tambahnya.

Ia meminta pemerintah segera mengirim bantuan kebutuhan pokok, seperti obat-obatan, air bersih, pakaian, serta kebutuhan khusus perempuan dan anak. Menurut Ruslan, posko bantuan yang memadai menjadi kebutuhan mendesak karena banyak pengungsi yang tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka.

Selama sepekan, curah hujan ekstrem memicu banjir dan longsor di berbagai wilayah Aceh dan sebagian Sumatera Utara. Ribuan rumah terendam, puluhan desa terputus aksesnya, dan banyak infrastruktur utama rusak. Data sementara mencatat sedikitnya 3.817 KK atau 119.988 jiwa terdampak. Sebanyak 6.998 KK atau 20.759 jiwa terpaksa mengungsi setelah permukiman mereka terisolasi. Lebih tragis lagi, tercatat 22 korban jiwa, dengan jumlah terbanyak berasal dari Aceh Tengah.

Situasi ini menunjukkan bahwa penanganan bencana memerlukan koordinasi yang jauh lebih solid. Seruan DPR menjadi pengingat bahwa percepatan bantuan dan pemulihan harus menjadi prioritas agar korban tidak terus bertambah dan wilayah terdampak dapat segera dipulihkan.

Silakan Bekomentar
Banjir Sumatera Bencana Aceh DPR RI Longsor Sumut Penanganan Bencana
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DPR Pertimbangkan Hadirkan Aurelie Bahas Isu Child Grooming

DPR Desak Pelaku Perusak Lingkungan Batang Toru Ditindak

Indonesia Siap Tampung Anak Palestina Putus Sekolah di Pesantren

Berita Terkini

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

AisyahAisyah15 Feb 2026 Daerah

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

29 Jan 2026

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026

Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

6 Feb 2026

Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

6 Feb 2026

7 Makanan Pengganti Nasi yang Lebih Sehat

5 Feb 2026

Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

5 Feb 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.