Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026
1 2 3 … 837 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Fraksi PKB Soroti Pupuk Langka dan Ketimpangan Infrastruktur

Ironi pembangunan di Benua Etam disuarakan Fraksi PKB: dari pupuk yang langka hingga desa yang belum terang.
DPRD Kaltim AisyahAisyah17 Jun 2025657
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Fraksi PKB Soroti Pupuk Langka dan Ketimpangan Infrastruktur
Anggota Fraksi PKB DPRD Kaltim, Sulasih (dok/vimora)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kalimantan Timur membeberkan berbagai ironi yang terjadi di lapangan. Dari pupuk subsidi yang langka hingga desa-desa yang belum menikmati listrik, Fraksi PKB menilai masih banyak pekerjaan rumah Pemerintah Provinsi yang belum terselesaikan.

Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-19 DPRD Kaltim yang digelar di Ruang Rapat Utama DPRD Kaltim, Selasa (17/6/2025).

Anggota Fraksi PKB, Sulasih, mengungkapkan bahwa kelangkaan pupuk bersubsidi telah menjadi keluhan luas di kalangan petani.

“Kelangkaan pupuk menyebabkan harga melonjak dan menyulitkan petani. Ini harus jadi perhatian bersama, karena menyangkut kemandirian pangan daerah,” ujarnya.

Fraksi PKB menyebut bahwa krisis pupuk tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi mengganggu ketahanan pangan dan memperbesar ketergantungan pangan dari luar daerah. Mereka meminta Pemerintah Provinsi Kaltim memperbaiki sistem distribusi serta meningkatkan pengawasan.

Sorotan juga diarahkan pada isu lingkungan. Meskipun data Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) Kaltim tahun 2024 menunjukkan capaian 76,6 persen sedikit di atas target 76,5 persen, Fraksi PKB menilai angka tersebut tidak mencerminkan kondisi riil.

“Banjir yang kerap melanda hampir seluruh kabupaten/kota di Kaltim, serta kegiatan tambang ilegal, adalah bukti lemahnya pengawasan. Pemerintah harus bertindak tegas. Jangan sampai hukum seolah tak berlaku,” tegas Sulasih .

Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan adanya ketidaksinkronan antara kebijakan di atas kertas dan realitas di lapangan. Tambang ilegal, yang menjadi momok di sejumlah daerah, dinilai telah menggerus daya dukung lingkungan dan menjadi salah satu penyebab bencana ekologis.

Tak hanya sektor lingkungan, Fraksi PKB juga menyoroti ketimpangan pembangunan infrastruktur akibat lambannya penyerapan anggaran belanja modal. Mereka mencatat masih ada Rp416 miliar anggaran yang belum terserap, yang berpotensi menghambat pembangunan fasilitas publik.

“Pemerintah harus lebih serius mengefektifkan belanja modal, karena belanja ini yang mampu meningkatkan kapasitas layanan dan infrastruktur secara langsung,” kata Sulasih.

Masalah lainnya adalah penyebaran informasi program kerja oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai terlalu tersentralisasi. PKB mengusulkan pembagian kewenangan yang lebih tematik dan otonom bagi tiap OPD agar informasi sampai lebih cepat dan tepat sasaran.

“Berikan kewenangan tematik kepada tiap OPD agar informasi bisa lebih cepat, relevan, dan langsung menyasar masyarakat,” tambahnya.

Kritik tajam juga dilayangkan ke bidang energi. Fraksi PKB mencatat masih ada 110 desa di Kaltim yang belum teraliri listrik. Kondisi ini dinilai kontras dengan fakta bahwa Kalimantan Timur merupakan salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia.

“Di saat kita bicara tentang digitalisasi dan layanan publik berbasis daring, masih ada desa yang belum dialiri listrik. Ini ironis,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia juga menyoroti janji program WiFi gratis untuk desa yang hingga kini belum terealisasi secara merata. Menurutnya, program itu harus berjalan beriringan dengan percepatan elektrifikasi desa agar benar-benar berdampak.

Menutup pandangannya, Fraksi PKB menyerukan pentingnya membangun sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi dan DPRD untuk mendorong pembangunan yang tidak hanya administratif, tapi juga berdampak langsung bagi masyarakat.

“Pembangunan daerah adalah bagian integral dari pembangunan nasional. Karenanya, seluruh proses harus berdampak nyata bagi masyarakat: baik dari sisi ekonomi, sosial, budaya, maupun lingkungan,” pungkas Sulasih.

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim DPRD Kaltim Fraksi PKB Pupuk Subsidi Sulasih
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

AisyahAisyah25 Jul 2026 Daerah

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengurangi Stres Sehari-hari

25 Jul 2026

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

23 Jul 2026

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

23 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.