Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Lawan Hoaks dan Cyberbullying, Diskominfo Gaungkan Gerakan Smart Netizen di UNSIL

4 Mei 2026

Mitos Pokémon Go dan PHK Kurir

3 Mei 2026

May Day 2026, Prabowo Sebut Buruh Jadi Kekuatan Kemenangannya

1 Mei 2026
1 2 3 … 812 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

    12 Apr 2026

    Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

    11 Apr 2026

    Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

    9 Apr 2026

    Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

    9 Apr 2026

    Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

    8 Apr 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Gelombang Panas Membara: Krisis Iklim di Seluruh Dunia

Gelombang panas ini dinamai "Cerberus" oleh Badan Meteorologi Italia, yang memperlihatkan betapa mengerikannya situasi cuaca saat ini
Global Intan WardahIntan Wardah16 Jul 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Iklim
Ilustrasi. Gelombang Panas Membara: Krisis Iklim di Seluruh Dunia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Cuaca ekstrem dan gelombang panas yang melanda Eropa telah mencapai tingkat krisis iklim. Italia menjadi salah satu negara yang terparah terkena dampaknya, dengan 16 kota, termasuk Roma dan Florence, mengeluarkan risiko kesehatan ekstrim (16/07/2023).

Suhu rekor melampaui batas normal, dan ilmuwan iklim dari Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) bahkan memperingatkan bahwa pulau Sisilia dan Sardinia berpotensi mencatat suhu ekstrem hingga 48 derajat Celcius – yang bisa menjadi rekor tertinggi dalam sejarah Eropa. Di Roma, suhu dapat mencapai 44 derajat Celcius.

Peringatan Panas Menyeluruh di Eropa

Italia mengeluarkan peringatan panas tertinggi kedua, dan Kementerian Kesehatan menyarankan masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan, seperti tetap terhidrasi, mengonsumsi makanan ringan, dan menghindari sinar matahari langsung di jam-jam terpanas.

Namun, bahaya gelombang panas tidak hanya terbatas pada Italia, melainkan menyebar ke negara-negara lain seperti Spanyol, Prancis, Jerman, dan Polandia.

Gelombang Panas Melanda Eropa

Gelombang panas juga melanda Yunani, menyebabkan penutupan Akropolis Athena selama dua hari karena suhu yang ganas. Spanyol mengalami suhu ekstrem tidak hanya di wilayah selatan, tetapi juga di wilayah utara yang biasanya lebih dingin dari wilayah selatan.

Di kota Seville, Cordoba, dan Granada, suhu mencapai 40 derajat Celcius, sementara wilayah utara seperti Navarra juga mengalami panas mencapai 40 derajat Celcius – sebuah fenomena luar biasa.

Gelombang panas ini dinamai “Cerberus” oleh Badan Meteorologi Italia, yang memperlihatkan betapa mengerikannya situasi cuaca saat ini. Hal ini menjadi perhatian besar bagi kesehatan masyarakat, terutama karena bertepatan dengan periode ramai kunjungan turis selama musim panas di Eropa.

Krisis Iklim dan Gelombang Panas

Bukan hanya Eropa yang mengalami cuaca ekstrem, tetapi juga beberapa bagian barat Amerika Serikat. Lebih dari 90 juta orang di bawah peringatan panas karena gelombang panas yang berbahaya berlangsung selama berminggu-minggu. Bahkan, Australia juga merasakan dampaknya, dengan Sydney mengalami cuaca hangat yang di luar musim selama bulan musim dingin.

Krisis iklim semakin nyata dan mempengaruhi banyak aspek kehidupan. Gelombang panas ekstrem ini menjadi peringatan bagi semua orang tentang pentingnya mengambil langkah-langkah untuk mengatasi perubahan iklim dan melindungi bumi kita. Saatnya bersatu dalam usaha bersama untuk melawan krisis iklim yang semakin mengancam keseimbangan alam dan kehidupan kita.

Silakan Bekomentar
Badan Antariksa Eropa Krisis Iklim
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Prabowo Soroti Kerugian Judi Online, Capai Rp134 Triliun

PBB Kecam Dunia Bungkam atas Kekejaman terhadap Perempuan Gaza

Indonesia Tampil di PBB, Zulhas: Siap Jadi Solusi Pangan Dunia

Berita Terkini

Lawan Hoaks dan Cyberbullying, Diskominfo Gaungkan Gerakan Smart Netizen di UNSIL

AisyahAisyah4 Mei 2026 Pendidikan

May Day 2026, Prabowo Sebut Buruh Jadi Kekuatan Kemenangannya

1 Mei 2026

PKS Tasikmalaya Mulai Konsolidasi Dini, Siapkan Mesin Politik hingga Tingkat RW

19 Apr 2026

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

17 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mitos Pokémon Go dan PHK Kurir

3 Mei 2026

Di Balik Kesenyapanya, Sriyanti Nurfadhillah: Pendidik Muda Multiperan

23 Apr 2026

Profil Richard Mundzir: Aktif di Media, Lolos Riset Mahasiswa 2026

21 Apr 2026

Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

12 Apr 2026

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

9 Apr 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.