Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

17 Apr 2026

Tasikmalaya Lepas 1.348 Calhaj dalam Empat Kloter

16 Apr 2026

Ketua JMSI Kaltim Mohammad Sukri Tutup Usia

16 Apr 2026
1 2 3 … 810 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

    12 Apr 2026

    Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

    11 Apr 2026

    Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

    9 Apr 2026

    Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

    9 Apr 2026

    Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

    8 Apr 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Irigasi Terputus Pasca Longsor, Warga Citepus Tasikmalaya Bangun Saluran Darurat Secara Swadaya

Warga bangun saluran air darurat dari paralon dan bambu untuk menjaga pasokan irigasi pascalongsor di Cisayong
Daerah Intan WardahIntan Wardah10 Apr 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Warga saat memperbaiki saluran irigasi pasca longsor
Warga saat memperbaiki saluran irigasi pasca longsor
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tasikmalaya – Upaya menjaga keberlangsungan pertanian menjadi prioritas utama warga di tengah krisis infrastruktur. Pasca longsor yang memutus jalur irigasi, masyarakat Dusun Citepus, Desa Santanamekar, Kecamatan Cisayong, bergerak cepat membangun saluran air darurat demi menyelamatkan lahan persawahan.

Peristiwa longsor yang terjadi pada Minggu (5/4/2026) mengakibatkan terhentinya aliran air ke area pertanian. Kondisi ini langsung berdampak pada aktivitas petani yang sangat bergantung pada pasokan air untuk menjaga produktivitas lahan.

Menghadapi situasi tersebut, warga tidak menunggu intervensi lebih lanjut dan memilih melakukan penanganan awal secara mandiri.Pada Jumat (10/4/2026), puluhan warga bersama aparat desa mulai memasang saluran irigasi sementara.

Mereka memanfaatkan pipa paralon sepanjang kurang lebih 12 meter yang dipadukan dengan bambu sebagai penyangga, guna mengalirkan air melintasi titik saluran yang terputus.Salah satu warga, Asep Wawan, menyebut langkah tersebut merupakan solusi sementara agar air tetap dapat menjangkau sawah.

“Yang penting air bisa mengalir dulu. Tapi ini hanya sementara, karena bahan yang digunakan mudah rusak. Kami berharap segera ada pembangunan permanen dari pemerintah,” ujarnya di sela kegiatan.

Proses pembangunan saluran darurat ini turut dipantau oleh berbagai pihak, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga aparat kepolisian setempat. Keterlibatan lintas unsur ini menunjukkan adanya perhatian terhadap kondisi darurat yang dihadapi masyarakat.Meski aliran air kembali tersambung, warga menyadari bahwa konstruksi tersebut belum mampu menjamin ketahanan jangka panjang.

Struktur sederhana dari paralon dan bambu dinilai rentan terhadap cuaca ekstrem, terutama jika curah hujan tinggi kembali mengguyur wilayah perbukitan Cisayong.Situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah dalam menangani infrastruktur vital.

Saluran irigasi memiliki peran krusial dalam menopang ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat desa. Tanpa perbaikan permanen, risiko gagal panen masih membayangi para petani.Warga memastikan laporan kerusakan telah disampaikan melalui jalur administratif hingga tingkat kecamatan.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya segera melakukan penanganan lanjutan dengan membangun kembali jaringan irigasi yang lebih kokoh dan berkelanjutan.Di tengah keterbatasan, solidaritas warga menjadi fondasi utama dalam menghadapi krisis. Namun untuk memastikan keberlanjutan sektor pertanian, dukungan konkret dari pemerintah tetap menjadi kebutuhan mendesak.

Silakan Bekomentar
Longsor Tasikmalaya Tasikmalaya
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

Seleksi Jamnas 2026 Dipertanyakan, Cisayong Diduga Tak Transparan

Uji Coba Parkir QRIS di Tasik, Warga Masih Bingung

Berita Terkini

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

Ericka DaniaEricka Dania17 Apr 2026 Pendidikan

Tasikmalaya Lepas 1.348 Calhaj dalam Empat Kloter

16 Apr 2026

Ketua JMSI Kaltim Mohammad Sukri Tutup Usia

16 Apr 2026

MTsN 3 Tasik Luncurkan Kelas Robotik Berbasis STEM

16 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

12 Apr 2026

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

9 Apr 2026

Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

9 Apr 2026

Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

8 Apr 2026

Strategi Cerdas Menciptakan Konten Kreatif Berdaya Saing

7 Apr 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.