Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

15 Feb 2026

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026
1 2 3 … 802 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

    7 Feb 2026

    Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

    7 Feb 2026

    Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

    6 Feb 2026

    Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

    6 Feb 2026

    Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

    5 Feb 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Kasus Korupsi Haji, Komisi III DPR Minta KPK Tegas

Desakan muncul karena dugaan korupsi kuota haji dinilai merampas hak umat.
Hukum AisyahAisyah22 Sep 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Kasus Korupsi Haji, Komisi III DPR Minta KPK Tegas
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah. (.ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Sorotan publik terhadap kasus dugaan korupsi kuota haji semakin tajam. Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan tersangka dalam perkara yang disebut menyangkut kepentingan umat. Abdullah menilai keterlambatan KPK bisa menimbulkan kecurigaan di masyarakat mengenai keseriusan lembaga antirasuah tersebut.

Menurut Abdullah, kasus ini sudah masuk tahap penyidikan, sehingga tidak ada alasan bagi KPK untuk menunda langkah hukum. Ia menekankan, masyarakat perlu mengetahui siapa saja yang harus bertanggung jawab dalam dugaan korupsi yang berhubungan langsung dengan penyelenggaraan ibadah haji.

“Kalau kasus ini sudah masuk tahap penyidikan, maka KPK tidak boleh ragu. Harus segera menetapkan tersangka agar proses hukum berjalan sesuai aturan, dan publik bisa mengetahui siapa saja yang bertanggung jawab,” kata Abdullah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Ia menyebut praktik korupsi kuota haji bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi pengkhianatan terhadap amanah umat. Oleh karena itu, siapa pun yang terlibat, baik pejabat negara maupun pihak swasta harus diproses tanpa pandang bulu. Abdullah juga mengingatkan KPK agar menjaga independensi dan tidak terjebak dalam praktik tebang pilih yang bisa merusak kepercayaan publik.

“KPK punya mandat untuk memberantas korupsi tanpa kompromi. Jangan sampai publik melihat adanya intervensi atau keberpihakan dalam kasus ini,” ujarnya menambahkan.

Abdullah menilai penanganan kasus korupsi haji menjadi ujian besar bagi KPK dalam menjaga kredibilitasnya. Menurutnya, isu tersebut sudah menimbulkan keresahan di tengah calon jemaah haji yang merasa dirugikan akibat dugaan praktik curang terkait kuota keberangkatan.

Lebih jauh, ia menyebut korupsi dalam pengelolaan ibadah haji berpotensi mencoreng nilai sakral yang seharusnya dijaga. Karena itu, ia meminta KPK bekerja lebih serius, adil, dan transparan. Abdullah menegaskan bahwa DPR melalui Komisi III akan terus mengawasi jalannya proses penyidikan hingga persidangan.

“Korupsi kuota haji bukan sekadar tindak pidana biasa, melainkan kejahatan yang merampas hak umat untuk beribadah. Karena itu, semua pihak harus mendukung KPK, jangan ada yang melindungi pelaku dengan alasan apa pun,” tegasnya.

Publik kini menunggu langkah konkret KPK dalam mengungkap aktor utama di balik kasus ini. Harapan besar masyarakat adalah keadilan ditegakkan tanpa kompromi, demi menjaga kepercayaan pada institusi hukum sekaligus melindungi kesucian ibadah haji.

Silakan Bekomentar
Kasus Kuota Haji Komisi III DPR Korupsi Haji KPK
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Jejak Perusak Hutan Sumut Terkuak, Bareskrim Siap Umumkan Tersangka

PKB Soroti Kayu Hanyut di Banjir Sumut, Indikasi Perambahan Hutan

KPK Belum Tetapkan Tersangka Kuota Haji, Pendalaman Jadi Alasan

Berita Terkini

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

AisyahAisyah15 Feb 2026 Daerah

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

29 Jan 2026

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026

Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

6 Feb 2026

Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

6 Feb 2026

7 Makanan Pengganti Nasi yang Lebih Sehat

5 Feb 2026

Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

5 Feb 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.