Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026
1 2 3 … 799 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

    3 Feb 2026

    Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

    2 Feb 2026

    Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

    2 Feb 2026

    Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

    31 Jan 2026

    Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

    30 Jan 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Menjadi Produk Utama, DPRD Kaltim Apresiasi Kampung Kopi Luwak

DPRD Kaltim Alwi AhmadAlwi Ahmad25 Okt 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Wakil Ketua DPRD Kaltim
Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Samsun memberikan apresiasi terhadap prestasi Kampung Kopi Luwak di Desa Prangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang telah menjadi produk utama dan mendapat ketenaran di seluruh Indonesia.

“Kita patut berbangga, di Kaltim ada kopi luwak yang namanya sudah tersohor di nusantara. Ini menunjukkan petani kita hebat dan mampu menghasilkan produk yang berkualitas,” ucap Samsun di Samarinda, Rabu (25/10/2023).

Kopi luwak yang ditanam di tengah perkebunan karet merupakan jenis kopi liberika yang memiliki cita rasa khas dan aromatik.

“Kopi Liberia ini jarang ditemui di daerah lain. Ini produk unggulan dan harus mendapat perhatian serius dalam pengembangannya. Aspirasi ini akan saya sampaikan kepada pemerintah provinsi dan pusat agar mendapat dukungan lebih,” katanya.

Samsun pun mengapresiasi kinerja Kepala Desa Prangat Baru yang meski sedang hamil, tetap semangat menampilkan potensi yang ada di wilayahnya.

Pemilik perkebunan kopi Rindoni yang kawasannya berlabel “Kampung Kopi Luwak” ini mengungkapkan, perkebunan kopi ini didesain layaknya objek wisata, bahkan di bagian depan tempat tinggalnya juga terdapat ruang luas yang sering digunakan sebagai tempat pertemuan.

Ruang yang luas ini juga berfungsi sebagai ruang tamu, bahkan jika ada sosialisasi yang melibatkan petani dan kelompok tani juga sering diadakan di ruang ini.

Selain ruangan yang luas ini juga terdapat warung makan dan warung kelontong. Mulai dari ruang pertemuan hingga gazebo yang ada di perkebunan kopi juga dijadikan sebagai lokasi pembelajaran tentang perkebunan kopi sehingga wajar jika disebut lokasi tersebut sebagai perkampungan.

Kopi bubuk luwak olahannya dijual seharga Rp 210 ribu per kemasan berisi 50 gram. Artinya per gramnya berharga Rp4.200 atau mencapai Rp4,2 juta per kilogram.

“Jenis kopi yang saya tanam adalah liberika. Total lahan yang tersedia mencapai sembilan hektar. Dari jumlah tersebut, baru dua hektar yang ditanami liberika, sedangkan tujuh hektar lainnya masih dalam pengembangan dan menunggu proses penyemaian,” jelas Rindoni.

Sementara itu, Asmirilda, Kepala Bidang Perkebunan Berkelanjutan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, mengaku salut dengan kinerja Rindoni dalam mengelola perkebunan secara lestari dan lestari, sehingga ia terus mendukungnya.

“Saya juga pernah membeli bubuk kopi luwak buatan Pak Rindoni. Saya juga sudah mencicipi racikan kopi luwaknya, rasanya enak sekali,” imbuhnya.

Ia bahkan telah memfasilitasi pembentukan Kelompok Tani Kopi Luwak Kampung Kopi Luwak (KTPA) di lokasi tersebut, sehingga kehadiran KTPA diharapkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca seiring dengan tidak adanya pembakaran lahan hingga penanganan lahan. kebakaran.

Silakan Bekomentar
DPRD Prov Kaltim Kampung Kopi Luwak Muhammad Samsun Rindoni
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Sengketa Kampung Sidrap, DPRD Kaltim Minta Pemprov Utamakan Netralitas

Berita Terkini

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

AisyahAisyah29 Jan 2026 Kesehatan

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026

Kelapa Muda vs Kelapa Tua

19 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026

Permainan Tradisional, Warisan Ceria Penuh Makna

31 Jan 2026

Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

31 Jan 2026

Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

30 Jan 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.