Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Pramuka Khalifa Curi Start Jalankan Regulasi Baru, Struktur Gugus Depan Langsung Ditata

6 Agu 2026

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026
1 2 3 … 837 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Menjadi Produk Utama, DPRD Kaltim Apresiasi Kampung Kopi Luwak

DPRD Kaltim Alwi AhmadAlwi Ahmad25 Okt 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Wakil Ketua DPRD Kaltim
Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Samsun memberikan apresiasi terhadap prestasi Kampung Kopi Luwak di Desa Prangat Baru, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang telah menjadi produk utama dan mendapat ketenaran di seluruh Indonesia.

“Kita patut berbangga, di Kaltim ada kopi luwak yang namanya sudah tersohor di nusantara. Ini menunjukkan petani kita hebat dan mampu menghasilkan produk yang berkualitas,” ucap Samsun di Samarinda, Rabu (25/10/2023).

Kopi luwak yang ditanam di tengah perkebunan karet merupakan jenis kopi liberika yang memiliki cita rasa khas dan aromatik.

“Kopi Liberia ini jarang ditemui di daerah lain. Ini produk unggulan dan harus mendapat perhatian serius dalam pengembangannya. Aspirasi ini akan saya sampaikan kepada pemerintah provinsi dan pusat agar mendapat dukungan lebih,” katanya.

Samsun pun mengapresiasi kinerja Kepala Desa Prangat Baru yang meski sedang hamil, tetap semangat menampilkan potensi yang ada di wilayahnya.

Pemilik perkebunan kopi Rindoni yang kawasannya berlabel “Kampung Kopi Luwak” ini mengungkapkan, perkebunan kopi ini didesain layaknya objek wisata, bahkan di bagian depan tempat tinggalnya juga terdapat ruang luas yang sering digunakan sebagai tempat pertemuan.

Ruang yang luas ini juga berfungsi sebagai ruang tamu, bahkan jika ada sosialisasi yang melibatkan petani dan kelompok tani juga sering diadakan di ruang ini.

Selain ruangan yang luas ini juga terdapat warung makan dan warung kelontong. Mulai dari ruang pertemuan hingga gazebo yang ada di perkebunan kopi juga dijadikan sebagai lokasi pembelajaran tentang perkebunan kopi sehingga wajar jika disebut lokasi tersebut sebagai perkampungan.

Kopi bubuk luwak olahannya dijual seharga Rp 210 ribu per kemasan berisi 50 gram. Artinya per gramnya berharga Rp4.200 atau mencapai Rp4,2 juta per kilogram.

“Jenis kopi yang saya tanam adalah liberika. Total lahan yang tersedia mencapai sembilan hektar. Dari jumlah tersebut, baru dua hektar yang ditanami liberika, sedangkan tujuh hektar lainnya masih dalam pengembangan dan menunggu proses penyemaian,” jelas Rindoni.

Sementara itu, Asmirilda, Kepala Bidang Perkebunan Berkelanjutan Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, mengaku salut dengan kinerja Rindoni dalam mengelola perkebunan secara lestari dan lestari, sehingga ia terus mendukungnya.

“Saya juga pernah membeli bubuk kopi luwak buatan Pak Rindoni. Saya juga sudah mencicipi racikan kopi luwaknya, rasanya enak sekali,” imbuhnya.

Ia bahkan telah memfasilitasi pembentukan Kelompok Tani Kopi Luwak Kampung Kopi Luwak (KTPA) di lokasi tersebut, sehingga kehadiran KTPA diharapkan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca seiring dengan tidak adanya pembakaran lahan hingga penanganan lahan. kebakaran.

Silakan Bekomentar
DPRD Prov Kaltim Kampung Kopi Luwak Muhammad Samsun Rindoni
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Sengketa Kampung Sidrap, DPRD Kaltim Minta Pemprov Utamakan Netralitas

Berita Terkini

Pramuka Khalifa Curi Start Jalankan Regulasi Baru, Struktur Gugus Depan Langsung Ditata

AisyahAisyah6 Agu 2026 Pendidikan

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

25 Jul 2026

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengurangi Stres Sehari-hari

25 Jul 2026

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

23 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.