Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

15 Feb 2026

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026
1 2 3 … 802 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

    7 Feb 2026

    Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

    7 Feb 2026

    Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

    6 Feb 2026

    Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

    6 Feb 2026

    Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

    5 Feb 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

PDIP Kaltim Kritik Ranperda RPJMD, Usul Tambah Indikator Sosial

Fraksi PDIP nilai RPJMD Kaltim 2025–2029 kurang substansial dan metodologi perlu penguatan indikator sosial ekonomi.
DPRD Kaltim AisyahAisyah3 Jun 2025684
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Hartono Basuki (dok/vimora)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalimantan Timur menyoroti substansi dan pendekatan metodologis yang digunakan dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang RPJMD Provinsi Kaltim 2025–2029.

“RPJMD harus jadi lebih dari sekadar peta program kerja kepala daerah,” tegas Hartono Basuki dalam Rapat Paripurna ke-16 di Gedung B DPRD Kaltim, Senin (2/6/2025).

Hartono menyampaikan bahwa dokumen perencanaan tersebut sebaiknya menampilkan indikator strategis pembangunan yang menyeluruh.

Ia menekankan pentingnya memasukkan aspek seperti ketimpangan antarwilayah, risiko bencana, kesetaraan gender, hingga indeks kebahagiaan. Menurutnya, pembangunan harus menyentuh sisi kemanusiaan dan berorientasi pada keadilan sosial, bukan sekadar pertumbuhan angka ekonomi.

Lebih lanjut, Fraksi PDIP menyoroti perlunya analisis makroekonomi daerah yang lebih presisi. Mereka menilai bahwa data seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, pengangguran, dan neraca perdagangan harus disusun secara konkret agar tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga operasional.

“Analisis makroekonomi tidak boleh hanya menjadi formalitas. Ia harus mampu menjadi dasar yang konkret dalam penentuan arah pembangunan,” ujar Hartono dalam forum tersebut.

PDIP juga menyoroti bahwa RPJMD seharusnya memberikan fokus lebih besar pada penciptaan lapangan kerja, khususnya melalui sektor industri dan pariwisata yang memiliki potensi besar di Kaltim.

Selain kritik, apresiasi turut disampaikan atas kebijakan penghapusan denda pajak kendaraan bermotor. Namun, Fraksi PDIP meminta agar kemudahan administratif turut dipertimbangkan, seperti penghapusan keharusan membawa identitas asli pemilik kendaraan, selaras dengan pemanfaatan data kependudukan nasional.

Pada sektor pendidikan, dukungan terhadap program Gratis Pol dan Just Pol disampaikan dengan catatan pentingnya kesetaraan anggaran dan peningkatan kualitas layanan. Tanpa hal itu, PDIP menilai program tersebut hanya menjadi simbol politik tanpa dampak nyata.

PDIP juga menyoroti potensi tumpang tindih antara program nasional seperti layanan berobat dan makan bergizi gratis (MBG) dengan program serupa di tingkat lokal, sehingga menekankan pentingnya sinkronisasi lintas sektor dan pemerintahan.

Dalam bidang teknologi, program wifi gratis dinilai sebagai langkah positif, namun dianggap masih terbatas efektivitasnya karena infrastruktur digital yang belum merata di wilayah pedalaman Kaltim.

Fraksi PDIP mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD untuk membahas RPJMD secara lebih mendalam. Menurut mereka, pembahasan menyeluruh ini diperlukan agar kebijakan yang disusun mampu menjawab kebutuhan rakyat dalam lima tahun mendatang.

“Pansus akan menjadi ruang kerja yang memungkinkan adanya pembahasan lintas sektor yang lebih komprehensif,” tutup Hartono

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim DPRD Kaltim Hartono Kritik Fraksi PDIP Kalimantan Timur RPJMD Kaltim 2025
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

AisyahAisyah15 Feb 2026 Daerah

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

29 Jan 2026

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026

Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

6 Feb 2026

Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

6 Feb 2026

7 Makanan Pengganti Nasi yang Lebih Sehat

5 Feb 2026

Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

5 Feb 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.