Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Tips Pagi Hari agar Tubuh Lebih Segar dan Produktif

25 Jun 2026

Perkembangan Teknologi yang Mengubah Cara Hidup Manusia

24 Jun 2026

Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

23 Jun 2026
1 2 3 … 822 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Tips Pagi Hari agar Tubuh Lebih Segar dan Produktif

    25 Jun 2026

    Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

    23 Jun 2026

    Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

    22 Jun 2026

    Tips Merapikan Tempat Tidur agar Kamar Terlihat Lebih Nyaman

    22 Jun 2026

    Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

    21 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

PDIP Kaltim Kritik Ranperda RPJMD, Usul Tambah Indikator Sosial

Fraksi PDIP nilai RPJMD Kaltim 2025–2029 kurang substansial dan metodologi perlu penguatan indikator sosial ekonomi.
DPRD Kaltim AisyahAisyah3 Jun 2025684
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim Hartono Basuki (dok/vimora)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kalimantan Timur menyoroti substansi dan pendekatan metodologis yang digunakan dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang RPJMD Provinsi Kaltim 2025–2029.

“RPJMD harus jadi lebih dari sekadar peta program kerja kepala daerah,” tegas Hartono Basuki dalam Rapat Paripurna ke-16 di Gedung B DPRD Kaltim, Senin (2/6/2025).

Hartono menyampaikan bahwa dokumen perencanaan tersebut sebaiknya menampilkan indikator strategis pembangunan yang menyeluruh.

Ia menekankan pentingnya memasukkan aspek seperti ketimpangan antarwilayah, risiko bencana, kesetaraan gender, hingga indeks kebahagiaan. Menurutnya, pembangunan harus menyentuh sisi kemanusiaan dan berorientasi pada keadilan sosial, bukan sekadar pertumbuhan angka ekonomi.

Lebih lanjut, Fraksi PDIP menyoroti perlunya analisis makroekonomi daerah yang lebih presisi. Mereka menilai bahwa data seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, pengangguran, dan neraca perdagangan harus disusun secara konkret agar tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga operasional.

“Analisis makroekonomi tidak boleh hanya menjadi formalitas. Ia harus mampu menjadi dasar yang konkret dalam penentuan arah pembangunan,” ujar Hartono dalam forum tersebut.

PDIP juga menyoroti bahwa RPJMD seharusnya memberikan fokus lebih besar pada penciptaan lapangan kerja, khususnya melalui sektor industri dan pariwisata yang memiliki potensi besar di Kaltim.

Selain kritik, apresiasi turut disampaikan atas kebijakan penghapusan denda pajak kendaraan bermotor. Namun, Fraksi PDIP meminta agar kemudahan administratif turut dipertimbangkan, seperti penghapusan keharusan membawa identitas asli pemilik kendaraan, selaras dengan pemanfaatan data kependudukan nasional.

Pada sektor pendidikan, dukungan terhadap program Gratis Pol dan Just Pol disampaikan dengan catatan pentingnya kesetaraan anggaran dan peningkatan kualitas layanan. Tanpa hal itu, PDIP menilai program tersebut hanya menjadi simbol politik tanpa dampak nyata.

PDIP juga menyoroti potensi tumpang tindih antara program nasional seperti layanan berobat dan makan bergizi gratis (MBG) dengan program serupa di tingkat lokal, sehingga menekankan pentingnya sinkronisasi lintas sektor dan pemerintahan.

Dalam bidang teknologi, program wifi gratis dinilai sebagai langkah positif, namun dianggap masih terbatas efektivitasnya karena infrastruktur digital yang belum merata di wilayah pedalaman Kaltim.

Fraksi PDIP mengusulkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD untuk membahas RPJMD secara lebih mendalam. Menurut mereka, pembahasan menyeluruh ini diperlukan agar kebijakan yang disusun mampu menjawab kebutuhan rakyat dalam lima tahun mendatang.

“Pansus akan menjadi ruang kerja yang memungkinkan adanya pembahasan lintas sektor yang lebih komprehensif,” tutup Hartono

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim DPRD Kaltim Hartono Kritik Fraksi PDIP Kalimantan Timur RPJMD Kaltim 2025
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

AisyahAisyah19 Jun 2026 Kebudayaan

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

17 Jun 2026

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

25 Mei 2026

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Tips Pagi Hari agar Tubuh Lebih Segar dan Produktif

25 Jun 2026

Perkembangan Teknologi yang Mengubah Cara Hidup Manusia

24 Jun 2026

Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

23 Jun 2026

Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

22 Jun 2026

Tips Merapikan Tempat Tidur agar Kamar Terlihat Lebih Nyaman

22 Jun 2026

Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

21 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.