Tasikmalaya – DPD PKS Kota Tasikmalaya mulai mengencangkan konsolidasi politik untuk menghadapi Pemilu 2029 dengan membangun struktur pemenangan hingga tingkat Rukun Warga (RW).
Langkah tersebut ditegaskan Ketua DPD PKS Kota Tasikmalaya, Agus Sugiarto, dalam kegiatan halalbihalal dan Milad ke-24 PKS di Ibadurahman Hall Center, Leuwidahu, Minggu (19/4/2026).
Menurut Agus, politik merupakan kerja jangka panjang yang membutuhkan ketahanan struktur dan militansi kader, bukan sekadar strategi sesaat menjelang pemilu.
“Politik itu maraton, bukan sprint. Butuh daya tahan. Modalnya satu, militansi kader harus solid,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PKS tengah membangun ekosistem politik yang lebih terstruktur dengan fokus pada penguatan hubungan dengan konstituen agar tetap terjaga, termasuk di masa nonpemilu.
Selain itu, target elektoral yang dipasang juga cukup agresif, yakni meningkatkan perolehan suara hingga dua kali lipat dibandingkan Pemilu 2024.
Untuk mendukung target tersebut, seluruh bidang di DPD PKS diarahkan memperkuat fondasi pemenangan, termasuk mengoptimalkan peran legislator sebagai ujung tombak kerja politik di lapangan.
“DPRD adalah wajah PKS. Harus sinergi dengan Pemkot Tasikmalaya. Advokasi jalan, bantuan anggaran ke warga harus benar-benar dirasakan,” kata Agus.
Salah satu strategi yang kini dijalankan adalah pembentukan Penanggung Jawab RW (PJRW) sebagai mesin pemenangan di tingkat bawah. Program ini menargetkan pembentukan PJRW di 160 RW di Kota Tasikmalaya pada tahun 2026.
Hingga pertengahan tahun, progres pembentukan PJRW disebut telah mencapai sekitar 80 persen.
“Sekarang sudah 80 persen terisi, padahal baru pertengahan tahun,” ujarnya.
Penguatan struktur tersebut direncanakan berlanjut hingga 2027 dan 2028, dengan target seluruh RW di Kota Tasikmalaya telah terisi PJRW secara penuh pada 2029.
“Kalau tiap RW ada PJRW, mesin kami hidup sampai gang paling ujung. Pemilu 2029 kita siap tempur,” pungkasnya.
