Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026
1 2 3 … 799 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

    3 Feb 2026

    Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

    2 Feb 2026

    Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

    2 Feb 2026

    Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

    31 Jan 2026

    Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

    30 Jan 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Sigit Wibowo Kritik Pelayanan RS Umum, Pasien BPJS Masih Dipandang Sebelah Mata

Program BPJS gratis dinilai masih belum menjamin perlakuan adil bagi semua pasien di rumah sakit umum Kaltim.
DPRD Kaltim AisyahAisyah15 Jul 2025657
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Sigit Wibowo Kritik Pelayanan RS Umum, Pasien BPJS Masih Dipandang Sebelah Mata
Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sigit Wibowo (dok/vimora).
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sigit Wibowo menyoroti pelayanan rumah sakit umum terhadap pasien BPJS Kesehatan. Ia menilai, meski program jaminan kesehatan gratis telah digulirkan pemerintah, namun di lapangan, pasien BPJS masih kerap diperlakukan berbeda dibanding pasien umum.

Ia menggarisbawahi bahwa diskriminasi layanan terhadap peserta BPJS masih sering terjadi, terutama di rumah sakit umum. Selama masa reses, ia kerap menerima keluhan warga yang merasa tak mendapatkan pelayanan setara hanya karena berstatus pasien BPJS.

“Ada warga yang cerita, keluarganya pakai BPJS tapi tetap memilih pindah ke rumah sakit swasta seperti RS Pertamina, karena pelayanannya lebih baik. Ini menunjukkan ada gap kualitas yang nyata,” ujarnya, Senin 14 Juli 2025.

Menurut Sigit, kondisi tersebut mencerminkan adanya masalah struktural dalam manajemen pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Ia menyayangkan sikap sebagian tenaga medis atau petugas rumah sakit yang belum sepenuhnya memegang prinsip pelayanan universal tanpa pandang status pembiayaan pasien.

“Kalau sudah pakai BPJS lalu dilayani dengan setengah hati, itu mencederai semangat keadilan sosial. Program ini dibiayai negara lewat APBD, harusnya masyarakat dapat layanan terbaik,” jelas Ketua Fraksi PAN–Nasdem tersebut.

Ia juga mengkritisi bahwa perbedaan layanan ini tidak sejalan dengan komitmen pemerintah daerah yang telah menggelontorkan dana besar untuk sektor kesehatan, termasuk perekrutan tenaga PPPK dan pengadaan fasilitas rumah sakit.

“Sudah banyak PPPK kita tempatkan di rumah sakit. Tapi kalau pelayanannya masih begini, buat apa? Yang kita butuhkan bukan hanya tenaga, tapi juga sikap dan komitmen melayani,” katanya.

Dalam pandangannya, pemerintah daerah perlu lebih proaktif menggandeng rumah sakit swasta agar masyarakat memiliki alternatif layanan yang terjangkau namun berkualitas. Ia menyarankan agar Dinas Kesehatan Kaltim tidak hanya fokus pada rumah sakit milik negara, melainkan juga membina kerja sama pelayanan dengan pihak swasta.

“Rumah sakit swasta itu bukan pesaing, tapi mitra. Kalau pelayanannya baik dan sesuai dengan ketentuan BPJS, justru membantu meringankan beban pemerintah,” ujarnya.

Tak hanya pelayanan langsung, Sigit menegaskan bahwa implementasi visi misi kepala daerah mesti diwujudkan dalam indikator yang konkret, seperti peningkatan mutu layanan kesehatan dan tingkat kepuasan masyarakat.

“Jangan cuma indah di dokumen. Targetnya harus ada: berapa orang yang sakit, berapa yang tertangani dengan baik, berapa yang pulih. Ini yang jadi bukti keberhasilan,” tegasnya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengalokasikan anggaran hingga Rp4,7 triliun untuk membiayai program kesehatan gratis, termasuk Gratispol dan Jospol, dua program unggulan yang diharapkan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Namun, menurut Sigit, angka tersebut tidak berarti apa-apa jika tak dibarengi dengan perbaikan kualitas layanan. Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah semestinya bukan hanya penggelontoran dana, melainkan dampak nyata di masyarakat.

“Program sudah jalan, anggaran sudah besar. Tapi kalau masyarakat masih merasa terdiskriminasi, ini harus jadi koreksi. Jangan sampai cuma jadi janji politik yang tak dirasakan rakyat,” pungkasnya.

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim BPJS Kesehatan DPRD Kaltim Pelayanan Rumah Sakit Sigit Wibowo
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

AisyahAisyah29 Jan 2026 Kesehatan

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026

Kelapa Muda vs Kelapa Tua

19 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Mengenal Ragam Mangga Unggulan dan Keistimewaannya

3 Feb 2026

Mandi Air Panas atau Dingin, Mana Lebih Baik?

2 Feb 2026

Bandrek: Hangatnya Minuman Tradisional Penuh Khasiat

2 Feb 2026

Permainan Tradisional, Warisan Ceria Penuh Makna

31 Jan 2026

Biar Nggak Ketinggalan Zaman, Kuasai 5 Skill Ini

31 Jan 2026

Uniknya Singkatan Jajanan Indonesia, Bikin Laper dan Ngakak!

30 Jan 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.