Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

15 Feb 2026

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026
1 2 3 … 802 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

    7 Feb 2026

    Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

    7 Feb 2026

    Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

    6 Feb 2026

    Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

    6 Feb 2026

    Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

    5 Feb 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

27 Ribu Hektare Sawah Terendam, Pertanian Sumatera Terpukul

Hujan deras menghanyutkan harapan petani, 385 hektare sawah di Sumatera alami kerusakan total.
Lingkungan AisyahAisyah1 Des 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
27 Ribu Hektare Sawah Terendam, Pertanian Sumatera Terpukul
Sampah kayu yang hanyut disepanjang jalur banjir. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Derasnya curah hujan yang mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyebabkan bencana banjir besar yang merendam setidaknya 27.000 hektare lahan sawah. Dari total tersebut, sebanyak 385 hektare mengalami kerusakan berat atau puso, sehingga dipastikan gagal panen.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Sekretaris Jenderal Suwandi menyatakan, data tersebut didapat dari pemantauan langsung tim yang dipimpin oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Bencana ini tidak hanya berdampak pada lahan padi, tetapi juga sekitar 200 hektare ladang jagung turut terdampak.

“Bapak Menteri sudah turunkan tim ke tiga provinsi. Dari laporan terakhir, 27.000 hektare sawah terdampak banjir, dan 385 hektare puso. Ada juga sekitar 200 hektare tanaman jagung yang ikut rusak,” ungkap Suwandi dalam rapat koordinasi inflasi di Kementerian Dalam Negeri, Senin (1/12/2025).

Sebagai bagian dari respons cepat, pemerintah mulai menyalurkan bantuan logistik seperti beras dan minyak goreng ke wilayah-wilayah terdampak. Meski distribusi masih berjalan, langkah ini dianggap krusial untuk membantu kebutuhan dasar petani yang terdampak langsung bencana.

Selain penanganan darurat, Kementan juga menyiapkan delapan strategi antisipatif untuk mengurangi dampak bencana serupa di masa mendatang. Strategi tersebut antara lain pemetaan wilayah rawan banjir, pemanfaatan informasi cuaca dari BMKG, pembentukan brigade penanganan bencana pertanian, perbaikan drainase dan sistem irigasi, hingga penggunaan benih tahan genangan.

“Penting untuk memetakan area rawan banjir dan mempersiapkan benih yang lebih adaptif terhadap cuaca ekstrem. Kami juga akan distribusikan benih gratis kepada petani terdampak,” tegas Suwandi.

Langkah antisipasi ini dinilai penting di tengah meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi yang disebabkan oleh perubahan iklim. Dalam konteks ini, ketahanan sektor pertanian menjadi perhatian serius pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

Pakar pertanian juga menyuarakan kekhawatiran bahwa banjir berulang akan berdampak pada ketahanan pangan daerah. Ketergantungan pada satu musim tanam dan kerusakan infrastruktur pertanian berisiko memperburuk ketimpangan produksi dan distribusi.

Dengan kerusakan ribuan hektare lahan pertanian di Sumatera, pemerintah diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan memastikan perlindungan terhadap mata pencaharian petani. Langkah-langkah strategis Kementan menjadi harapan baru di tengah bencana yang menghantam jantung pertanian daerah.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DPR Desak Pelaku Perusak Lingkungan Batang Toru Ditindak

Kolaborasi Pemprov Kaltim, Pemulihan Ekosistem Terumbu Karang di Kepulauan Derawan

Indonesia Siapkan Strategi Antisipasi Hadapi El Nino dan Indian Ocean Dipole

Berita Terkini

Tiket Tak Sesuai, Tarif Masuk Pantai Sindangkerta Disorot

AisyahAisyah15 Feb 2026 Daerah

Jalan Kaki 30 Menit: Sehat, Murah, dan Banyak Manfaatnya

29 Jan 2026

Susu Dingin vs Susu Hangat, Mana yang Lebih Baik

27 Jan 2026

Nutrisi Tersembunyi di Kulit Buah

20 Jan 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

BAB di Siang Hari, Apakah Membatalkan Puasa?

7 Feb 2026

Lezatnya Jajanan Pasar Tradisional Indonesia

7 Feb 2026

Pre-Order dalam Islam, Halal atau Bermasalah?

6 Feb 2026

Unik dan Lezat: Makanan Nusantara Berirama Ganda

6 Feb 2026

7 Makanan Pengganti Nasi yang Lebih Sehat

5 Feb 2026

Salad Tradisional Nusantara yang Kaya Rasa dan Gizi

5 Feb 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.