Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

25 Jul 2026

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengurangi Stres Sehari-hari

25 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026
1 2 3 … 835 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026

    Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dan Ayam dengan Bahan Sederhana

    22 Jul 2026

    Pentingnya Membiasakan Membaca Buku untuk Menambah Wawasan

    21 Jul 2026

    Lidah Buaya dan Beragam Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

    20 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

27 Ribu Hektare Sawah Terendam, Pertanian Sumatera Terpukul

Hujan deras menghanyutkan harapan petani, 385 hektare sawah di Sumatera alami kerusakan total.
Lingkungan AisyahAisyah1 Des 2025
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
27 Ribu Hektare Sawah Terendam, Pertanian Sumatera Terpukul
Sampah kayu yang hanyut disepanjang jalur banjir. (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Derasnya curah hujan yang mengguyur wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menyebabkan bencana banjir besar yang merendam setidaknya 27.000 hektare lahan sawah. Dari total tersebut, sebanyak 385 hektare mengalami kerusakan berat atau puso, sehingga dipastikan gagal panen.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Sekretaris Jenderal Suwandi menyatakan, data tersebut didapat dari pemantauan langsung tim yang dipimpin oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Bencana ini tidak hanya berdampak pada lahan padi, tetapi juga sekitar 200 hektare ladang jagung turut terdampak.

“Bapak Menteri sudah turunkan tim ke tiga provinsi. Dari laporan terakhir, 27.000 hektare sawah terdampak banjir, dan 385 hektare puso. Ada juga sekitar 200 hektare tanaman jagung yang ikut rusak,” ungkap Suwandi dalam rapat koordinasi inflasi di Kementerian Dalam Negeri, Senin (1/12/2025).

Sebagai bagian dari respons cepat, pemerintah mulai menyalurkan bantuan logistik seperti beras dan minyak goreng ke wilayah-wilayah terdampak. Meski distribusi masih berjalan, langkah ini dianggap krusial untuk membantu kebutuhan dasar petani yang terdampak langsung bencana.

Selain penanganan darurat, Kementan juga menyiapkan delapan strategi antisipatif untuk mengurangi dampak bencana serupa di masa mendatang. Strategi tersebut antara lain pemetaan wilayah rawan banjir, pemanfaatan informasi cuaca dari BMKG, pembentukan brigade penanganan bencana pertanian, perbaikan drainase dan sistem irigasi, hingga penggunaan benih tahan genangan.

“Penting untuk memetakan area rawan banjir dan mempersiapkan benih yang lebih adaptif terhadap cuaca ekstrem. Kami juga akan distribusikan benih gratis kepada petani terdampak,” tegas Suwandi.

Langkah antisipasi ini dinilai penting di tengah meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi yang disebabkan oleh perubahan iklim. Dalam konteks ini, ketahanan sektor pertanian menjadi perhatian serius pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

Pakar pertanian juga menyuarakan kekhawatiran bahwa banjir berulang akan berdampak pada ketahanan pangan daerah. Ketergantungan pada satu musim tanam dan kerusakan infrastruktur pertanian berisiko memperburuk ketimpangan produksi dan distribusi.

Dengan kerusakan ribuan hektare lahan pertanian di Sumatera, pemerintah diharapkan dapat mempercepat pemulihan dan memastikan perlindungan terhadap mata pencaharian petani. Langkah-langkah strategis Kementan menjadi harapan baru di tengah bencana yang menghantam jantung pertanian daerah.

Silakan Bekomentar
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

DPR Desak Pelaku Perusak Lingkungan Batang Toru Ditindak

Kolaborasi Pemprov Kaltim, Pemulihan Ekosistem Terumbu Karang di Kepulauan Derawan

Indonesia Siapkan Strategi Antisipasi Hadapi El Nino dan Indian Ocean Dipole

Berita Terkini

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

AisyahAisyah25 Jul 2026 Daerah

10 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Mengurangi Stres Sehari-hari

25 Jul 2026

Universitas Republik Indonesia: Harapan Baru atau Tantangan Baru Pendidikan?

23 Jul 2026

Apa Itu Universitas Republik Indonesia? Simak Konsep Kampus Baru Pemerintah

23 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026

Cara Menghilangkan Bau Amis pada Ikan dan Ayam dengan Bahan Sederhana

22 Jul 2026

Pentingnya Membiasakan Membaca Buku untuk Menambah Wawasan

21 Jul 2026

Lidah Buaya dan Beragam Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

20 Jul 2026

Sambal Menjadi Pelengkap Hidangan yang Sulit Dipisahkan dari Kuliner Indonesia

19 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.