Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Di Atas Tali, Peserta Jamnas XII Belajar Saling Percaya

15 Agu 2026

Jamnas XII Dibuka, Swasembada Pangan Masuk Arena Pramuka

14 Agu 2026

Pramuka Khalifa Curi Start Jalankan Regulasi Baru, Struktur Gugus Depan Langsung Ditata

6 Agu 2026
1 2 3 … 838 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

    29 Jul 2026

    Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

    28 Jul 2026

    Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

    26 Jul 2026

    Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

    24 Jul 2026

    Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

    23 Jul 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Angka Kekerasan Anak Melonjak, DPRD Kutim Serukan Penanganan dan Edukasi Intensif

DPRD Kutim Lutfi RahmaLutfi Rahma5 Agu 2024817
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Angka Kekerasan Anak Melonjak, DPRD Kutim Serukan Penanganan dan Edukasi Intensif
Anggota Komisi A DPRD Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kutai Timur – Kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Kutai Timur mengalami peningkatan signifikan tahun ini.

Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutim, menunjukkan adanya 29 kasus yang anak-anak alami sejak Januari hingga April 2024.

Anggota Komisi A DPRD Kutai Timur dr. Novel Tyty Paembonan, menyoroti pentingnya ketahanan keluarga sebagai langkah awal pencegahan.

“Kita lihat dari semua aspek, pertama bagaimana ketahanan keluarga itu yang harus baik, komunikasi dengan keluarga harus terjalin,” ujar Novel saat ditemui di sekretariat DPRD Kutim, Senin (5/8/2024).

Potensi kekerasan seksual, baik dalam keluarga maupun lingkungan sekitar, harus kita waspadai dan menjadi perhatian utama.

“Potensi-potensi terjadinya kekerasan seksual baik dalam keluarga atau lingkup lingkungan dan sebagainya itu memang harus menjadi refleksi awal orang-orang yang bertanggung jawab di situ,” jelas Novel.

Peran Penting Pemerintah dalam Edukasi

Selain peran keluarga, lanjut novel penting juga peran pemerintah dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

“Pemerintah harus gencar memberikan informasi untuk menghindari dan mencegah kekerasan seksual. Jika terjadi, harus ada jalur yang jelas untuk melaporkannya,” tambah Novel.

Legislator Partai Gerindra itu mengungkap, banyak kasus kekerasan seksual yang masih disembunyikan oleh korban dan keluarganya, karena kebingungan mengenai prosedur pelaporan.

“Sampai hari ini banyak yang masih disembunyikan karena bingung mau kemana melaporkannya,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, menurutnya perlu komunikasi yang baik antara pemerintah dan instansi terkait, untuk menangani masalah kekerasan seksual secara efektif.

“Kita perlu betul-betul berada dalam satu komunikasi, membicarakan masalah kekerasan seksual dan bagaimana solusinya,” ujarnya.

Tanggung jawab untuk melindungi anak-anak dari kekerasan seksual tidak hanya ada pada pemerintah, tetapi juga pada masyarakat.

“Tanggung jawab pemerintah bagaimana dan masyarakatnya bagaimana, anak ini masa depan bangsa kita punya tanggung jawab untuk memberikan ruang dan tempat yang aman,” tegasnya.

Perlindungan Hak Anak Menjadi Prioritas Utama

Novel juga menekankan hak-hak anak yang harus terjamin, seperti pendidikan dan kesehatan.

“Anak-anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan, kesehatan, dan sebagainya,” tambahnya.

Peningkatan kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak di Kutai Timur ini, menjadi alarm bagi semua pihak untuk lebih waspada dan proaktif dalam mencegah serta menangani kasus-kasus semacam ini.

Perlindungan terhadap anak harus menjadi prioritas utama, baik oleh pemerintah, keluarga, maupun masyarakat secara keseluruhan.

Sebagai langkah konkret, harapannya DP3A Kutim dapat meningkatkan sosialisasi dan edukasi terkait perlindungan anak. Serta memperkuat mekanisme pelaporan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak.

Hanya dengan kerjasama dan kesadaran kolektif, dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak, sebagai generasi penerus bangsa.

“Anak-anak adalah masa depan bangsa. Kita semua bertanggung jawab untuk memberikan mereka ruang dan tempat yang aman,” pungkas Novel.

Silakan Bekomentar
DP3A Kutim DPRD Kutim
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Baharuddin Desak DPRD Kaltim Tuntaskan Konflik Bendungan Marang Kayu

DPRD Kutim Siap Perkuat Anggaran untuk Pengembangan UMKM Lokal

Perjuangkan Keadilan Guru, DPRD Kutim Usul Perda Khusus Pendidikan

Berita Terkini

Di Atas Tali, Peserta Jamnas XII Belajar Saling Percaya

Yuliyani UtamiYuliyani Utami15 Agu 2026 Pendidikan

Jamnas XII Dibuka, Swasembada Pangan Masuk Arena Pramuka

14 Agu 2026

Pramuka Khalifa Curi Start Jalankan Regulasi Baru, Struktur Gugus Depan Langsung Ditata

6 Agu 2026

Kebakaran Hebat Landa Kampung Adat Ciptamulya Sukabumi

25 Jul 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Mengatur Keuangan Bulanan agar Gaji Tidak Cepat Habis

29 Jul 2026

Cara Menata Ruang Kerja agar Lebih Nyaman dan Produktif

28 Jul 2026

Mengapa Menulis Jurnal Harian Bisa Membantu Mengelola Emosi?

27 Jul 2026

Kelapa dan Beragam Olahannya dalam Masakan Indonesia

26 Jul 2026

Ketan Menjadi Bahan Andalan Beragam Jajanan Tradisional Indonesia

24 Jul 2026

Tanaman Herbal yang Mudah Ditanam di Pekarangan Rumah

23 Jul 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.