Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Di Balik Kesenyapanya, Sriyanti Nurfadhillah: Pendidik Muda Multiperan

23 Apr 2026

Profil Richard Mundzir: Aktif di Media, Lolos Riset Mahasiswa 2026

21 Apr 2026

PKS Tasikmalaya Mulai Konsolidasi Dini, Siapkan Mesin Politik hingga Tingkat RW

19 Apr 2026
1 2 3 … 811 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

    12 Apr 2026

    Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

    11 Apr 2026

    Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

    9 Apr 2026

    Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

    9 Apr 2026

    Si Merah Penjaga Jantung Sehat Alami

    8 Apr 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

DPR Pertimbangkan Hadirkan Aurelie Bahas Isu Child Grooming

Polemik buku Aurelie membuka pintu DPR menelisik isu sensitif yang selama ini terabaikan publik.
Nasional AisyahAisyah17 Jan 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
DPR Pertimbangkan Hadirkan Aurelie Bahas Isu Child Grooming
Aurelie Moeremans. (. Instagram)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Gelombang diskusi publik yang dipicu oleh buku digital Broken Strings karya aktris Aurelie Moeremans berbuah perhatian serius dari Komisi XIII DPR RI. Ketua komisi tersebut, Willy Aditya, menyampaikan bahwa DPR kini mempertimbangkan untuk menghadirkan para korban child grooming dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU), termasuk kemungkinan menghadirkan Aurelie sebagai figur sentral dalam polemik ini.

Dalam pernyataannya, Willy menyebut pihaknya masih dalam tahap pengumpulan data terhadap para korban relevan. Upaya ini dilakukan agar pembahasan dalam rapat nanti tidak semata berdasarkan satu testimoni saja, melainkan mencakup pandangan luas dari berbagai korban.

“Bisa jadi (diundang). Korbannya bukan hanya Aurelie saja. Kita sedang belanja, ngumpulin semua data,” kata Willy dikutip dari inilah.com, Sabtu (17/1/2026).

Willy menambahkan, terdapat kemungkinan Aurelie dihadirkan secara daring, mengingat ia berada di luar negeri dan terkendala perbedaan waktu serta lokasi. Meski begitu, hal ini masih dalam tahap kajian teknis.

“Kemarin itu sudah kita kaji. Masalahnya lebih ke teknis, apakah memungkinkan waktunya. Bisa saja via Zoom,” ungkapnya.

Koordinasi lanjutan rencananya akan dilakukan pekan depan, termasuk inventarisasi korban yang berdomisili di Indonesia dan memungkinkan untuk hadir secara langsung dalam rapat di Senayan.

“Kita sedang menginventarisir siapa korban lain di dalam negeri yang bisa kita hadirkan,” imbuhnya.

Legislator dari Fraksi NasDem itu menilai pentingnya kehadiran langsung para penyintas, untuk memperkaya perspektif serta menghindari fokus tunggal pada satu narasi saja.

“Sekarang memang Aurelie yang jadi spotlight. Tapi kalau bisa menghadirkan korban langsung di ruang sidang, itu lebih ideal,” ujarnya.

RDPU yang dirancang ini merupakan bagian dari respons DPR terhadap meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap praktik child grooming, sebuah bentuk manipulasi terhadap anak yang belum banyak diangkat ke ranah legislasi secara mendalam.

Aurelie sebelumnya merilis buku memoar secara digital melalui media sosial, menceritakan pengalaman pahit masa kecilnya yang dimanipulasi oleh orang terdekat. Kisah itu menjadi viral, memicu diskusi luas tentang perlindungan anak dan lemahnya kesadaran publik terhadap praktik manipulatif yang berdampak psikologis jangka panjang.

Dengan rencana pelibatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), aparat penegak hukum, dan lembaga terkait lainnya, DPR berharap dapat menghasilkan rumusan kebijakan yang lebih komprehensif dalam menangani isu child grooming di Indonesia.

Silakan Bekomentar
Aurelie Moeremans Child Grooming DPR RI Isu Nasional Perlindungan Anak
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Sertifikasi Halal Logistik Wajib Berlaku 2026

Rapimnas PJS Mei 2026 Fokus Finalisasi ke Dewan Pers

DPR Desak Pelaku Perusak Lingkungan Batang Toru Ditindak

Berita Terkini

PKS Tasikmalaya Mulai Konsolidasi Dini, Siapkan Mesin Politik hingga Tingkat RW

Ira Nur AjijahIra Nur Ajijah19 Apr 2026 Daerah

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

17 Apr 2026

Program MBG di Tasikmalaya Diperkuat, Bupati Tekankan Kepatuhan dan Efektivitas

16 Apr 2026

Tasikmalaya Lepas 1.348 Calhaj dalam Empat Kloter

16 Apr 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Di Balik Kesenyapanya, Sriyanti Nurfadhillah: Pendidik Muda Multiperan

23 Apr 2026

Profil Richard Mundzir: Aktif di Media, Lolos Riset Mahasiswa 2026

21 Apr 2026

Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

12 Apr 2026

Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

11 Apr 2026

Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

9 Apr 2026

Pola Pikir Kaya dan Biasa: Cara Pandang Menentukan Arah Hidup

9 Apr 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.