Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Cara Memahami Modul Universitas Terbuka dengan Mudah

29 Jun 2026

Barang yang Sebaiknya Tidak Dibawa Saat Liburan

28 Jun 2026

Cara Merencanakan Liburan agar Tetap Hemat dan Menyenangkan

27 Jun 2026
1 2 3 … 823 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Cara Memahami Modul Universitas Terbuka dengan Mudah

    29 Jun 2026

    Barang yang Sebaiknya Tidak Dibawa Saat Liburan

    28 Jun 2026

    Cara Merencanakan Liburan agar Tetap Hemat dan Menyenangkan

    27 Jun 2026

    Tips Pagi Hari agar Tubuh Lebih Segar dan Produktif

    25 Jun 2026

    Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

    23 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Program Gratis Pol Dapat Apresiasi, Tapi DPRD Minta Kepastian Hukum dan Teknis

Program Gratis Pol dari Pemprov Kaltim disambut positif, namun perlu diperjelas teknis dan dasar hukumnya.
DPRD Kaltim AisyahAisyah3 Jun 2025706
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra (dok/vimora)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Semangat pendidikan gratis di Kalimantan Timur menyala lewat program bertajuk “Gratis Pol”. Namun, di balik semangat itu, DPRD Kaltim mengingatkan bahwa janji manis tak cukup tanpa kepastian.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Nurhadi Saputra, menyatakan dukungan atas program yang digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut. Ia menyebut bahwa inisiatif ini merupakan langkah maju dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat. Namun, ia mengingatkan, tanpa kejelasan teknis dan payung hukum yang kuat, program ini bisa berubah menjadi polemik di kemudian hari.

“Program ini bagus, tetapi kami di DPRD dituntut memberikan jawaban ketika publik menagih janji. Maka teknis pelaksanaannya harus jelas dan tertata,” ujar Nurhadi saat ditemui di Gedung B DPRD Kaltim, Senin (2/6/2025).

Ia menyoroti bahwa masyarakat masih kebingungan mengenai siapa yang berhak menerima fasilitas pendidikan gratis ini. Apakah seluruh mahasiswa, atau hanya mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu? Nurhadi menyebut, bahkan DPRD belum mendapatkan penjelasan rinci dari eksekutif mengenai hal ini.

“Pertanyaannya sederhana, apakah ini berlaku untuk semua atau selektif? Kalau untuk semua, artinya tanpa syarat. Tapi kalau selektif, berarti mekanismenya mirip beasiswa yang punya kriteria tersendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, kesalahan dalam komunikasi publik bisa menimbulkan ekspektasi berlebihan. Ia mengkhawatirkan bahwa masyarakat akan menganggap seluruh biaya kuliah benar-benar ditanggung penuh, padahal belum tentu demikian.

Tak hanya itu, Nurhadi juga mengangkat isu keberlanjutan program. Ia menilai bahwa kebijakan ini sebaiknya tidak hanya bertumpu pada kehendak kepala daerah semata. Ia pun mendorong agar Pemerintah Provinsi segera menyusun dan mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) sebagai dasar hukum yang mengikat bagi pelaksanaan program.

“Kalau hanya berdasar instruksi atau program kepala daerah, nanti bisa berubah sewaktu-waktu saat masa jabatan berganti. Maka perlu Perda sebagai dasar hukum,” tegas Sekretaris Fraksi Demokrat-PPP itu.

Kritik lainnya datang terkait belum optimalnya komunikasi antara eksekutif dan legislatif. Nurhadi menuturkan bahwa pihak DPRD tidak dilibatkan dalam proses pembahasan teknis, termasuk dalam pembentukan tim transisi yang disebut-sebut bertugas merancang pelaksanaan Gratis Pol.

“Kami dengar ada tim transisi, tapi siapa anggotanya, kami tidak tahu. Padahal kami yang nanti juga dimintai pertanggungjawaban oleh masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti ketidakjelasan pelaksanaan pada tahun anggaran 2025. Menurutnya, sampai hari ini belum ada informasi resmi apakah program ini berlaku juga bagi mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan di semester lanjutan, atau hanya untuk mahasiswa baru.

“Bagaimana dengan mahasiswa yang sudah di semester lima atau delapan? Apakah mereka diikutkan? Ini belum jelas sama sekali,” tandasnya.

Meski penuh kritik, Nurhadi tetap menyampaikan bahwa secara prinsip, DPRD Kaltim mendukung penuh program ini. Ia menyebut program Gratis Pol sebagai upaya mulia untuk menjawab kebutuhan pendidikan tinggi masyarakat. Namun, ia berharap Pemprov tidak menjadikannya sebagai alat kampanye atau pencitraan politik semata.

“Ini harus menjadi program jangka panjang yang benar-benar bermanfaat, bukan sekadar janji politik. Kami siap mendukung jika teknisnya diperjelas dan ada payung hukum yang kokoh,” pungkasnya.

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim DPRD Kaltim Gratis Pol Nurhadi Saputra Pendidikan Tinggi Gratis
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

AisyahAisyah19 Jun 2026 Kebudayaan

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

17 Jun 2026

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

25 Mei 2026

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Cara Memahami Modul Universitas Terbuka dengan Mudah

29 Jun 2026

Barang yang Sebaiknya Tidak Dibawa Saat Liburan

28 Jun 2026

Cara Merencanakan Liburan agar Tetap Hemat dan Menyenangkan

27 Jun 2026

Tips Pagi Hari agar Tubuh Lebih Segar dan Produktif

25 Jun 2026

Perkembangan Teknologi yang Mengubah Cara Hidup Manusia

24 Jun 2026

Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

23 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.