Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Perkembangan Teknologi yang Mengubah Cara Hidup Manusia

24 Jun 2026

Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

23 Jun 2026

Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

22 Jun 2026
1 2 3 … 822 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

    23 Jun 2026

    Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

    22 Jun 2026

    Tips Merapikan Tempat Tidur agar Kamar Terlihat Lebih Nyaman

    22 Jun 2026

    Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

    21 Jun 2026

    Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

    20 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Singapura Hentikan Ekspor Babi dari Batam karena Flu Babi Afrika

Sistem sub-kompartemen bebas ASF di Pulau Bulan disetujui Singapura, ekspor ternak babi terbuka
Ekonomi MundzirMundzir7 Mei 2023
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
babi peternakan gordon
Ilustrasi: Babi ternak (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Batam – Terdeteksinya kasus penyakit flu babi (ASF) pada hewan ternak di Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau, membuat Pemerintah Singapura memutuskan untuk menghentikan ekspor babi dari pulau tersebut.

Setelah adanya penemuan virus flu babi oleh Badan Pangan Singapura (SFA), beberapa informasi telah terungkap seperti berikut:

Babi Asal Batam Positif Flu Babi Afrika

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Barantan, Wisnu Wasisa Putra memaparkan hasil uji Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan). Hasilnya, babi asal Pulau Bulan terkonfirmasi positif flu babi.

“Hasil pengujian lanjutan baik oleh Laboratorium BBUSKP dan BVet Bukittinggi adalah positif ASF dan negatif CSF, sehingga perlu dilakukan sequencing untuk mengetahui genom virus terkait kemiripan asal virus,” jelas Wisnu dalam keterangan tertulis, dikutip dari Detik Finance, Minggu, (7/5/2023).

Barantan menambahkan, terjadi kematian babi yang cukup besar di Pulau Bulan. Namun, gejala klinisnya mengarah ke Classical Swine Fever (CSF) atau Hog Cholera.

Itulah yang menjadi alasan babi asal Pulau Bulan dilarang masuk ke Singapura sejak 23 April 2023. Untuk sementara, belum diketahui hingga kapan penghentian ini berlaku.

Upaya Kementan RI

Sebagai langkah lanjutan, Direktorat Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Barantan dan Singapura melalui Singapore Food Agency dan NS Park telah berdialog di Kantor PT ITS pada 28 April 2023.

Karantina Pertanian Tanjung Pinang pun menguji ternak babi yang akan dilintaskan melalui pengujian ASF. Mereka juga mengetatkan tindakan karanina hewan. Selain itu, pendampingan pelaksanaan disposal, disinfeksi dan biosekuriti juga telah dilakukan Kementan.

“Kementan telah usulkan sistem sub-kompartemen bebas ASF di Pulau Bulan dan telah disetujui oleh pihak Singapura, sehingga kedepan kita dapat kembali mengekspor ternak babi ke Singapura,” kata Kepala Barantan, Bambang dalam keterangan persnya.

Adapun PT Indotirta Suaka (PT ITS) diketahui sebagai perusahaan melakukan ekspor babi. Namun, karena ditemui banyak babi yang mati karena terkena virus ASF, status tersebut telah dicabut oleh Kementan.

Sebelumnya, PT ITS ditetapkan sebagai kompartemen bebas ASF dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Keputusan Nomor 669/KPTS/PK.320/M/11/2021.

Singapura Mau Impor Daging Babi

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nasrullah baru-baru ini menyebut Singapura siap membuka kembali impor babi dari Indonesia, dengan syarat hanya dalam bentuk karkas atau daging utuh dari Pulau Bulan.

Nasrullah menilai, syarat ini malah menguntungkan Indonesia.

“Walaupun untuk sementara ekspor babi hidup dari pulau bulan ditutup karena ASF, tapi ke depan potensi ekspor dalam bentuk karkas masih sangat terbuka,” pungkasnya.

Latar Belakang Singapura Stop Impor Babi dari Batam

Penghentian impor babi Indonesia dari Singapura bermula saat SFA menemukan babi mati terinfeksi flu babi Afrika pada 20 April 2023 lalu. SFA pun mengungkap, babi tersebut terkontaminasi dari babi hidup dari Pulau Bulan, Batam.

SFA pun langsung menutup keran impor daging babi mulai 23 April dan melayangkan investigasi lanjutan atas merebaknya virus tersebut.

“SFA bekerja sama dengan RPH untuk membersihkan tempat dan lingkungan sekitarnya setelah pemotongan babi yang saat ini berada di RPH telah selesai, serta untuk menjaga langkah-langkah biosecurity di RPH.” Tutur SFA.

Silakan Bekomentar
Badan Pangan Singapura (SFA) Kementan RI Wisnu Wasisa Putra
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

Indonesia-Bangladesh Perkuat Jalur Dagang Halal

Berita Terkini

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

AisyahAisyah19 Jun 2026 Kebudayaan

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

17 Jun 2026

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

25 Mei 2026

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Perkembangan Teknologi yang Mengubah Cara Hidup Manusia

24 Jun 2026

Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

23 Jun 2026

Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

22 Jun 2026

Tips Merapikan Tempat Tidur agar Kamar Terlihat Lebih Nyaman

22 Jun 2026

Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

21 Jun 2026

Segudang Manfaat Kunyit untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

20 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.