Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

Tips Pagi Hari agar Tubuh Lebih Segar dan Produktif

25 Jun 2026

Perkembangan Teknologi yang Mengubah Cara Hidup Manusia

24 Jun 2026

Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

23 Jun 2026
1 2 3 … 822 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Pendidikan
  • Kebudayaan
  • Lifestyle

    Tips Pagi Hari agar Tubuh Lebih Segar dan Produktif

    25 Jun 2026

    Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

    23 Jun 2026

    Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

    22 Jun 2026

    Tips Merapikan Tempat Tidur agar Kamar Terlihat Lebih Nyaman

    22 Jun 2026

    Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

    21 Jun 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Polemik Longsor Batuah, DPRD Kaltim Akan Bergerak Cepat Bentuk Tim Kajian

Respons cepat DPRD Kaltim terhadap longsor Batuah tuai harapan solusi permanen bagi warga terdampak.
DPRD Kaltim AisyahAisyah4 Jun 2025549
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Polemik Longsor Batuah, DPRD Kaltim Akan Bergerak Cepat Bentuk Tim Kajian
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kalimantan Timur (dok/vimora)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Samarinda – Bencana longsor yang menerjang Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, telah menggugah perhatian serius Komisi III DPRD Kalimantan Timur.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 24 April 2025 ini tak hanya merusak 21 rumah warga dan satu rumah ibadah, tetapi juga menyisakan trauma bagi 88 jiwa dari 22 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

Langkah cepat dilakukan DPRD Kaltim dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan lintas pihak, mulai dari Dinas ESDM Kaltim, PT Baramulti Suksessarana (BSSR), pemerintah desa, hingga perwakilan masyarakat dan kuasa hukum warga terdampak.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menegaskan komitmen pihaknya untuk mencari solusi menyeluruh dan adil. Ia menyebutkan, perbedaan pendapat soal penyebab longsor menjadi alasan utama DPRD membentuk tim kajian independen.

“Karena dari kajian geologi UNMUL ini menyebutkan bahwa faktor dari bencana alam. Namun dari pihak masyarakat ini beranggapan atau berargumentasi ini adalah faktor daripada aktivitas pertambangan,” ujarnya.

Tim kajian yang akan dibentuk ini akan melibatkan masyarakat, Dinas ESDM, Balai Wilayah Sungai dan Jaringan, serta instansi teknis lainnya. Tujuannya, melakukan verifikasi lapangan menyeluruh untuk memastikan akar masalah secara ilmiah dan objektif.

Di tengah proses kajian, DPRD juga menyoroti pentingnya penanganan pascabencana, khususnya relokasi warga terdampak. Menurut Reza, Pemkab Kutai Kartanegara telah menyatakan komitmen membangun rumah baru atau relokasi secara menyeluruh di atas lahan seluas satu hektare yang disiapkan desa.

Pembangunan kawasan relokasi ini akan dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Kukar, dengan desain rumah tipe 36 hingga 45.

“Kalau di pihak kabupaten kan sudah ada inisiatif bahwasannya untuk membangunkan rumah atau relokasi rumah bagi korban yang terdampak,” kata Reza menambahkan.

Di sisi lain, PT BSSR menunjukkan langkah tanggung jawab awal dengan memberikan bantuan sembako kepada keluarga terdampak, khususnya di Dusun Tani Jaya. Tak hanya itu, pihak perusahaan menyatakan siap menanggung kerugian bila terbukti bahwa kegiatan tambang mereka menjadi penyebab longsor.

“Jika ini dampak daripada perusahaan, maka pihak perusahaan siap untuk mengganti rugi maupun juga memberikan lahan sekitar setengah hektare bagi masyarakat yang terdampak tersebut,” ungkap Reza.

Yang menjadi perhatian utama DPRD adalah rumah ibadah yang turut rusak. Reza menekankan pentingnya pemulihan fasilitas keagamaan, baik melalui dana pemerintah maupun kontribusi perusahaan, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan kehidupan sosial dan spiritual warga.

Namun, masyarakat terdampak menegaskan harapan mereka agar relokasi tidak sekadar bersifat sementara atau pinjam pakai. Mereka meminta kejelasan hukum atas kepemilikan tanah dan rumah yang akan dibangun, guna menghindari kerentanan serupa di masa depan.

Kondisi di Batuah mencerminkan kerentanan desa yang berada di sekitar wilayah pertambangan. Maka langkah DPRD membentuk tim kajian diharapkan menjadi preseden baik dalam menghadapi konflik serupa, memastikan keadilan ekologis dan perlindungan warga.

Silakan Bekomentar
Berita Kaltim BSSR DPRD Kaltim Komisi III DPRD Kaltim Longsor Batuah
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

Forum Pelatih dan Atlet Kaltim Dorong Sosok Visioner Pimpin KONI Hadapi Tantangan PON

DPRD Kaltim Akhiri Mediasi, Kasus RSHD Tunggu Putusan Hukum

Sosper ke-9 Damayanti Hidupkan Kembali Pendidikan Karakter Berbasis Pancasila

Berita Terkini

Permainan Tradisional yang Mulai Terlupakan oleh Zaman

AisyahAisyah19 Jun 2026 Kebudayaan

Nezar Patria Dorong Etika AI Diterapkan Sejak Awal

17 Jun 2026

Menag Dorong Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah

25 Mei 2026

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Tips Pagi Hari agar Tubuh Lebih Segar dan Produktif

25 Jun 2026

Perkembangan Teknologi yang Mengubah Cara Hidup Manusia

24 Jun 2026

Decluttering Jadi Kebiasaan Baru untuk Rumah Lebih Nyaman

23 Jun 2026

Jangan Takut Tertinggal: Setiap Orang Memiliki Suksesnya Sendiri

22 Jun 2026

Tips Merapikan Tempat Tidur agar Kamar Terlihat Lebih Nyaman

22 Jun 2026

Tips Traveling Nyaman agar Liburan Makin Berkesan

21 Jun 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.