Close Menu
Vimora.idVimora.id
  • Beranda
  • Politik
  • Ekonomi
  • Lifestyle
  • Artikel
What's Hot

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

21 Mei 2026

BSI Siapkan Beasiswa bagi 5.250 Pelajar dan Mahasiswa, Ada Bantuan Kuliah hingga Pelatihan Karier

19 Mei 2026

Kenapa Otak Terasa Lemot di Era Digital

15 Mei 2026
1 2 3 … 814 Next
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram
Vimora.idVimora.id
Subscribe
  • Beranda
  • Politik

    Prabowo Panggil Pimpinan TNI, Bahas Arah Pertahanan Nasional

    17 Jan 2026

    Dampak Serangan AS ke Venezuela, Pemerintah Diminta Siaga Energi

    5 Jan 2026

    Prabowo Gerakkan Kekuatan Nasional untuk Pulihkan Sumatera

    16 Des 2025

    Prabowo Kerahkan Seluruh Kekuatan Nasional untuk Percepatan Tanggap Darurat Sumatera

    1 Des 2025

    Prabowo Serukan Pemda Siaga Hadapi Perubahan Iklim

    1 Des 2025
  • Ekonomi
  • Lifestyle

    Kenapa Otak Terasa Lemot di Era Digital

    15 Mei 2026

    Bekal Penting Setelah Lulus untuk Masa Depan

    14 Mei 2026

    Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

    12 Apr 2026

    Tips Sehat Saat Bekerja dengan Komputer

    11 Apr 2026

    Beda Warna Ubi, Beda Manfaat untuk Tubuh Sehat

    9 Apr 2026
  • Artikel
Vimora.idVimora.id

Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun

Perjalanan ilmiah Irfan dari desa sederhana hingga laboratorium global menjadi inspirasi generasi muda Indonesia.
Pendidikan Ericka DaniaEricka Dania17 Apr 2026
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
Santri Cipasung Raih Doktor Muda di Usia 26 Tahun
keterangan: Ilustrasi santri doktor muda (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Tasikmalaya – Seperti pepatah Sunda, “cai ngalir ka hilir tapi cita-cita bisa mengalir ke langit,” kisah Muhammad Irfansyah Maulana menjadi bukti bahwa batas geografis bukan penghalang bagi mimpi besar. Dari lorong pesantren di Tasikmalaya, ia menembus panggung sains dunia dan meraih gelar doktor di usia muda.

Perjalanan Irfan bukanlah kisah instan. Lahir di Kabupaten Sukabumi dari keluarga sederhana, ia menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Cipasung sejak 2010. Di sana, ia memadukan ilmu agama dan sains, hingga akhirnya menaruh minat mendalam pada bidang kimia. Setelah menyelesaikan studi sarjana di UPI Bandung pada 2020, ia menghadapi berbagai penolakan beasiswa sebelum akhirnya diterima di Daegu Gyeongbuk Institute of Science and Technology (DGIST), Korea Selatan melalui program terintegrasi S2-S3 di bidang Energy Science and Engineering.

“Eksperimen gagal itu biasa. Yang luar biasa adalah tetap bertahan saat kegagalan itu datang berbulan-bulan,” ujarnya, Jumat (17/04/2026).

Di Korea Selatan, Irfan harus beradaptasi dengan lingkungan akademik yang ketat, budaya baru, serta tekanan riset yang tinggi. Namun, kegigihannya membuahkan hasil. Ia berhasil menghasilkan sejumlah publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi dan meraih penghargaan Outstanding Graduate Researcher dari kampusnya.

Fokus risetnya pada energi bersih, khususnya teknologi hydrogen fuel cell, menjadi kontribusi penting di tengah tantangan krisis energi global. Ia menilai hidrogen memiliki potensi besar sebagai sumber energi masa depan yang ramah lingkungan untuk berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga industri.

“Dunia sedang bergerak ke energi ramah lingkungan. Hidrogen punya potensi besar untuk kendaraan, listrik, hingga industri,” tuturnya.

Meski telah mencapai prestasi tinggi, Irfan tetap memegang teguh nilai-nilai yang ia pelajari di pesantren. Ia menilai disiplin, kesabaran, dan keikhlasan menjadi fondasi utama dalam menghadapi kerasnya dunia riset. Baginya, menuntut ilmu bukan sekadar mengejar gelar, tetapi juga bentuk ibadah dan pengabdian.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap peneliti di Indonesia. Menurutnya, ekosistem riset di tanah air masih membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam hal pendanaan dan penghargaan terhadap ilmuwan.

Di akhir perjalanannya, Irfan menyampaikan pesan bagi generasi muda, khususnya santri, agar tidak merasa rendah diri dengan latar belakang sederhana. Ia menegaskan bahwa dunia tidak menilai asal-usul, melainkan tekad dan usaha.

Kisahnya menjadi pengingat, seperti filosofi nusantara yang mengajarkan ketekunan: hasil tidak pernah mengkhianati proses. Dari desa kecil hingga panggung global, perjalanan Irfan adalah bukti bahwa mimpi besar bisa tumbuh di mana saja.

Silakan Bekomentar
Hidrogen Fuel Cell Kisah Inspiratif Pendidikan Indonesia Riset Energi Santri Berprestasi
Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

Related Posts

BSI Siapkan Beasiswa bagi 5.250 Pelajar dan Mahasiswa, Ada Bantuan Kuliah hingga Pelatihan Karier

Lawan Hoaks dan Cyberbullying, Diskominfo Gaungkan Gerakan Smart Netizen di UNSIL

MTsN 3 Tasik Luncurkan Kelas Robotik Berbasis STEM

Berita Terkini

BPJPH Perluas Jejaring Halal ke Eropa dan Asia

AisyahAisyah21 Mei 2026 Ekonomi

BSI Siapkan Beasiswa bagi 5.250 Pelajar dan Mahasiswa, Ada Bantuan Kuliah hingga Pelatihan Karier

19 Mei 2026

Jemaah Haji Diingatkan Hormati Privasi di Saudi

11 Mei 2026

Indonesia-Bangladesh Perkuat Jalur Dagang Halal

11 Mei 2026
Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
  • WhatsApp
Artikel Terkini

Kenapa Otak Terasa Lemot di Era Digital

15 Mei 2026

Bekal Penting Setelah Lulus untuk Masa Depan

14 Mei 2026

Mitos Pokémon Go dan PHK Kurir

3 Mei 2026

Di Balik Kesenyapanya, Sriyanti Nurfadhillah: Pendidik Muda Multiperan

23 Apr 2026

Profil Richard Mundzir: Aktif di Media, Lolos Riset Mahasiswa 2026

21 Apr 2026

Penyetan 234 Hadir di Tasikmalaya

12 Apr 2026
© 2026 | Vimora.id by Dexpert, Inc.
PT Dexpert Visi Media
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.