Penulis: Aisyah

Samarinda – Sekretaris Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Abdurahman KA, menyoroti minimnya bantuan keuangan (bankeu) dari Pemerintah Provinsi untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU). Dua daerah itu memegang peran vital sebagai penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Abdurahman mengungkapkan bahwa alokasi bankeu untuk 2025 hanya sekitar Rp200 miliar lebih, jumlah yang dinilainya belum mampu mengatasi kebutuhan pembangunan jalan yang semakin mendesak. Ia pun mendesak adanya penambahan dana dalam APBD Provinsi tahun-tahun mendatang, guna menunjang konektivitas antarwilayah yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan IKN. “Bankeu untuk 2026 belum tahu, tapi 2025 ini sekitar Rp200-an miliar. Harapan saya…

Read More